Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Bisnis & Keuangan>Akuntansi>Rasio KEUANGAN (Financial Ratios)

Rasio KEUANGAN (Financial Ratios)

oleh: sepurku    
ª
 
RASIO KEUANGAN (FINANCIAL RATIOS) - I
Rasio Keuangan dapat digolongkan menjadi 4 golongan, yaitu:
1. Rasio Likuiditas
2. Rasio Leverage
3. Rasio Aktivitas
4. Rasio Profitabilitas

1. Rasio Likuiditas, yaitu:

Rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansiil/keuangan jangka pendek.

a. Current Ratio

Rasio ini digunakan untuk menganalisa modal kerja suatu perusahaan. Semakin tinggi current ratio suatu perusahaan berarti semakin tinggi tingkat keamanan margin of safety para kreditor jangka pendek atau dengan perkataan lain kemampuan perusahaan untuk membayar hutang-hutangnya tinggi. Akan tetapi current ratio yang terlalu tinggi menunjukkan kelebihan uang kas/aktiva lancar.
Aktiva Lancar
Current Ratio = -----------------
Hutang Lancar

b. Cash Ratio
Rasio ini membandingkan kas ditambah efek-efek (surat berharga). Kas dan efek-efek dianggap sebagai aktiva yang paling liquid, yaitu mudah untuk dicairkan/diuangkan dalam jangka pendek. Semakin tinggi cash ratio berarti jumlah uang tunai tersedia semakin besar, sehingga pelunasan hutang akan terjamin. Akan tetapi cash ratio yang terlalu tinggi akan mengurangi potensi untuk mempertinggi rate of return.

Kas + Efek
Cash Ratio = -----------------
Hutang Lancar

c. Acid Test Ratio
Rasio ini sering disebut Quick Ratio, yaitu untuk mengetahui kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban-kewajibannya dengan tidak memperhitungkan persediaan. Dalam rasio ini persediaan dianggap kurang likuid, karena membutuhkan waktu yang relatif lama untuk merubah persediaan menjadi uang tunai. Unsur piutang masih tetap diperhitungkan sebagai aktiva yang likuid.

Aktiva Lancar-Persediaan
Acid Test Ratio = -------------------------------
Hutang Lancar

2. Rasio Leverage, yaitu:
a. Total Debt to Equity Ratio
Rasio ini mengukur seberapa jauh perusahaan dibelanjai dari pihak kreditur. Makin tinggi rasio ini berarti semakin besar perusahaan dibiayai dari pihak kreditur. Semakin tinggi rasio ini justru kurang baik. Hasil perhitungan ini menganggap bahwa modal sendiri dijadikan jaminan untuk seluruh hutang.

Huang Lancar + Hutang Jangka Panjang
Total Debt to Equity Ratio = ----------------------------------------------
Jumlah Modal Sendiri

b. Long Term Debt to Equity Ratio
Rasio ini hampir sama dengan rasio di atas yaitu total debt to Equity ratio. Perbedaannya pada rasio ini, yang dihitung hanya hutang jangka panjang. Dan hasil perhitungannya menunjukkan bagian dari setiap modal sendiri dijadikan jaminan untuk hutang jangka panjang.

Hutang Jangka Panjang
Long Term Debt to Equity Ratio = -------------------------------
Jumlah Modal Sendiri

c. Total Debt to Total Capital Assets
Hasil Perhitungan rasio ini untuk mengetahui berapa bagian dari keseluruhan kebutuhan dana yang dibelanjai dengan hutang. Atau dengan lain perkataan untuk mengetahui berapa bagian dari aktiva yang digunakan untuk menjamin hutang.

Htng Lancar + Htng Jangka Panjang
Total Debt to Total Capital Assets = ----------------------------------------------
Aktiva

d. Time Interest Earned Ratio
Para Kreditur sebelum memberikan pinjaman, perlu juga mengetahui kemmampuan menghasilkan laba. Laba yang dihasilkan oleh perusahaan dapat dijadikan jaminan pada para kreditur untuk membayar hutang. Semakin rendah rasio ini, berarti jaminan pada para kreditur juga rendah.

Keuntungan Sebelum Bunga & Pajak
Time Interest Earned Ratio = ----------------------------------------------
Bunga Hutang Jangka Panjang

Diterbitkan di: 08 Desember, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.