Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Bisnis & Keuangan>Fidusia Jaminan Fidusia

Fidusia Jaminan Fidusia

oleh: KlarisTilly    
ª
 
Lembaga jaminan Fidusia awalnya dibentuk untuk menutupi kesulitan lembaga jaminan gadai, dimana dalam gadai benda yang digadaikan harus berpindah kekuasaannya kepada pemegang gadai. Jaminan gadai merugikan karena jika seseorang hanya mempunyai satu barang untuk menopang hidupnya maka orang tersebut akan jatuh miskin saat barang penopang hidupnya diserahkan sebagai jaminan gadai. Dalam jaminan fidusia, benda bergerak yang dijadikan objek jaminan tidak diserahkan kekuasaannya kepada si berpiutang. Jaminan ini disebut fiduciare eigendomsoverdracht /penyerahan hak milik atas dasar kepercayaan(menurut Arrest Hoge Read, 1929).

Fidusia berbeda dengan jaminan fidusia. Menurut Undang-Undang No. 42 tahun 1999, Fidusia adalah pengalihan hak kepemilikan suatu benda atas dasar kepercayaan dengan ketentuan bahwa benda yang hak kepemilikannya dialihkan tersebut tetap dalam penguasaan pemilik benda.
Sedangkan Jaminan Fidusia adalah hak jaminan atas benda bergerak baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud dan benda tidak bergerak khususnya bangunan yang tidak dapat dibebani hak tanggungan sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan yang tetap berada dalam penguasaan Pemberi Fidusia, sebagai agunan bagi pelunasan utang tertentu, yang memberikan kedudukan yang diutamakan kepada Penerima Fidusia terhadap kreditor lainnya.

Istilah fidusia berasal dari bahasa Belanda yaitu Fiducie atau dalam bahasa Inggris fiduciary transfer of ownership, yang artinya kepercayaan. Tapi dalam literatur Belanda ditemukan juga beberapa pengungkapan jaminan fidusia yang lain, yaitu:

a. Zekerheid – Eigendom (Hak Milik Sebagai Jaminan)

b. Beztloos Zekerheidsrecht (Jaminan Tanpa Menguasai)

c. Venruit Pand Begrip (Gadai yang Diperluas)

d. Eigendom Overdracht Tot Zekerheid (Penyerahan Hak Milik Secara Jaminan)

e. Een Verkapt Pand Recht (Gadai Berselubung)

f. Uitbaouw dari Pand (Gadai yang Diperluas).

Unsur-unsur dalam jaminan fidusia terdiri dari: adanya hak jaminan, adanya objek, benda yang menjadi objek jaminan tetap berada dalam penguasaan pemberi fidusia, dan memberikan kedudukan yang diutamakan kepada kreditur.

Sebelum berlakunya Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, maka yang menjadi objek jaminan fidusia adalah benda bergerak yang terdiri dari benda dalam persediaan (inventory), benda dagangan, piutang, peralatan mesin, dan kendaraan bermotor. Tetapi dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, maka objek jaminan fidusia diberikan pengertian yang luas.

Dan yang dimaksud benda menurut Pasal 1 angka 4 Undang-Undang Jaminan Fidusia adalah segala sesuatu yang dapat dimiliki dan dialihkan, baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud, yang terdaftar maupun yang tidak terdaftar, yang bergerak maupun yang tidak bergerak yang tidak dapat dibebani hak tanggungan atau hipotek.

Lebih tegas, disebutkan dalam Pasal 509 KUHPerdata, “barang bergerak karena sifatnya adalah barang yang dapat berpindah sendiri atau dipindahkan”.

Diterbitkan di: 16 Desember, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.