Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Bisnis & Keuangan>Timbulnya Hutang Pajak

Timbulnya Hutang Pajak

oleh: Ebitsaja     Pengarang: Achmad Tjahjono; Muhammad Fakhri Husein
ª
 
Timbulnya Hutang Pajak


Hutang menurut pengertian hukum perdata adalah perikatan yang mengandung kewajiban bagi salah satu pihak baik peroranga maupun badan sebagai subjek hukum untuk melakukan sesuatu (prestasi) atau untuk tidak melakukan sesuatu, yang mengurangi atau melanggar hak pihak lainnya.

Pengertian hutang dalam hukum perdata
dapat mempunyai arti luas dan sempit.
Dalam arti luas, hutang adalah segala sesuatu yang harus dilakukan oleh yang berkewajiban sebagai konsekuensi perikatan seperti menyerahkan barang, membuat lukisan dan lain sebagainya.

Hutang dalam arti sempit
adalah perikatan sebagai akibat perjanjian khusus yang disebut utang piutang yang mewajibkan debitur untuk membayar kembali jumlah uang yang dipinjamnya dari kreditur.
Hutang pajak timbul jika Undang-undang yang menjadi dasar untuk pungutannya telah ada, dan telah dipenuhi syarat-syarat subjek dan objektif yang ditentukan oleh Undang-undang secara bersamaan.

Ada dua ajaran atau pendapat yang membicarakan atau berbicara tentang timbulnya hutang pajak, yaitu ajaran materiil dan ajaran formal seperti akan dijelaskan dibawah ini

1. Ajaran materiil

Hutang pajak timbul karena ada undang-undang pajak dan peristiwa atau keadaan atau perbuatan dan tidak menunggu dari pihak pemerintah
Sesuai dengan ajaran materiil ini, saat terutangnya pajak penghasilan adalah
a. Pada suatu saat, untuk pajak penghasilan yang dipotong oleh pihak ketiga.
b. Pada akhir masa, untuk pajak penghasilan karyawan yang dipotong oleh pemberi kerja, atau oleh pihak lain atas kegiatan usahanya.
c. Pada akhir tahun pajak untuk pajak penghasilan.

2. Ajaran formal

Hutang pajak akan timbul karena adanya ketetapan dari pihak pemungut pajak yaitu pihak pemerintah atau aparatur pajak, sehingga pajak terhutang pada saat diterbitkannya surat ketetapan pajak.

Sumber : Buku Perpajakan (Pembahasan Berdasarkan UU dan Aturan Pajak Terbaru(, Oleh Achmad Tjahjono dan Muhammad Fakhri Husein
Diterbitkan di: 26 April, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    daluwarsa Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    yang di maksud dengan asas pemungutan pajak itu apa ...........? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    pajak marai kere Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    ijin ambil buat bahan tugas, oom.. tyvm.. :D Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.