Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Bisnis & Keuangan>Peran Perantara dalam Pemasaran

Peran Perantara dalam Pemasaran

oleh: AdhyzalKandarY    
ª
 
Peran Perantara dalam Pemasaran

yang dimaksud dengan perantara adalah orang atau perusahaan yang menghubungkan aliran barang dari produsen ke konsumen akhir dan konsumen industrial(Stanton, et al., 1990). Dalam hal ini produsen dan konsumen dihubungkan dalam kegiatan pembelian dan penjualan kembali barang yang dihasilkan produsen kepada konsumen.
Secara umum, perantara terbagi atas merchant middleman dan agent middleman. Dua bentuk utama dari merchant middleman adalah wholesaler (disebut juga distributor) dan retailer (Dealer). Merchant middleman adalah perantara yang memiliki barang (dengan membeli dari produsen) untuk dijual kembali. Sedangkan yang dimaksud dengan agent middleman (broker) adalah perantara yang hanya mencarikan pembeli, menegosiasikan dan melakukan transaksi atas nama produsen dan ia tidak memiliki sendiri barang yang akan dinegosiasikan.

Perantara dibutuhkan terutama karena adanya beberapa kesenjangan diantara produsen dan konsumen. Kesenjangan atau gap tersebut antara lain :
1. Geographical gap, yaitu gap yang disebabkan oleh tempat pemusatan produksi dan lokasi konsumen yang tersebar dimana-mana.
2. Time Gap yaitu kesenjangan yang terjadi karena adanya kenyataan bahwa pembelian atau komsumsi dilakukan hanya pada waktu-waktu tertentu sementara produksi (agar efisien) berlangsung terus meneru sepanjang waktu.
3. Communication and information gap yaitu gap yng timbil karena konsumen tidak tahu dimana sumber-sumber produksi yang menghasilkan produk yang diinginkannya atau dibutuhkannya sementara di lain pihak, produsen tidak mengetahui dimana letak pembeli otensial berada.
4. Assortment Gap yaitu situasi dimana Produsen umumnya berspesialiasi pada produk tertentu sementara konsumen menginginkan produk-produk yang beraneka ragam


Sumber : Strategi Pemasaran , Fandy Tjiptono, Penerbit Andi Yogyakarta

Diterbitkan di: 07 Maret, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    CONTOH KONSUMEN INDUSRTIAL Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.