Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Bisnis & Keuangan>Pengaruh nilai tukar asing terhadap ekspor bunga melati

Pengaruh nilai tukar asing terhadap ekspor bunga melati

oleh: arsyak     Pengarang : MA. Yulianto
ª
 
Krisis finansial global yang terjadi sejak akhir tahun 2007 telah menyebabkan perlambatan ekonomi global secara bertahap. Diperkirakan daya beli masyarakat menurun. Banyak pihak mengatakan bahwa krisis hanya terjadi pada negara maju seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa. Namun perlu diingat bahwa sebagian besar negara yang kekuatan pasarnya sedang tumbuh (energing market) menguasai 60% pangsa pasar ekspor ke Amerika Serikat dan negara-negara maju. Karena itu, jika terjadi penurunan permintaan, pasti akan berdampak terhadap permintaan barang-barang dari negara-negara yang sedang tumbuh (emerging countries). Tentu hal ini akan berakibat pada menurunnya kinerja berbagai sektor usaha, khususnya industri.
Harapan untuk segera terlepas dari himpitan krisis ekonomi yang terjadi sejak akhir tahun 2007 nampaknya bukan merupakan sesuatu yang berlebihan. Hal ini dapat dilihat dari beberapa indikator ekonomi, seperti tingkat suku bunga perbankan yang terus menurun, menyesuaikan suku bunga SBI, inflasi yang semakin terkendali serta transaksi di bursa efek yang semakin bergairah. Kondisi tersebut setidaknya dapat ditangkap sebagai sinyal bahwa Indonesia sudah mulai memasuki tahap recovery atau kebangkitan.
Memang masih banyak faktor lain yang mempengaruhi dan sekaligus menentukan tingkat prosentase pemulihan ekonomi dan tingkat suku bunga bank, inflasi serta kondisi bursa efek pada umumnya dapat dijadikan sebagai barometer. Pemulihan ekonomi itu sendiri, atau bahkan pertumbuhannya akan mewujudkan dalam bentuk aktivitas antara lain produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa yang semakin meningkat. Khusus yang berkaitan dengan kegiatan distribusi, persoalan ini meliputi distribusi secara regional maupun internasional.
Berkenaan dengan distribusi secara internasional, ini berarti menyangkut persoalan perpindahan barang dan jasa antar negara yang dipertukarkan atau diperjualbelikan eksport-import. Dengan demikian masalah penggunaan alat pembayaran akan menjadi salah satu bagian penting yang menyertai kegiatan ini. Oleh karena praktis setiap negara memiliki jenis alat pembayaran yang berbeda, maka diperlukan adanya suatu cara yang disepakati bersama antar negara yang melakukan transaksi. Cara yang lazim dipergunakan adalah dengan melalui penetapan nilai tukar antar mata uang (kurs valuta asing), yaitu harga mata uang suatu negara dalam unit komoditas seperti emas dan perak atau mata uang negara lain.
Penetapan nilai tukar suatu mata uang dapat dilakukan oleh pemerintah yang diklasifikasikan sebagai sistem fixed echange rate atau diserahkan pada mekanisme pasar yang disebut dengan floating exchange rate. Jika sistem yang digunakan adalah floating exchange rate, maka nilai tukar mata uang suatu negara terhadap negara lain akan berfkluktuasi sejalan dengan kekuatan permintaan dan penawaran mata uang yang bersangkutan. Perubahan (fluktuasi) nilai tukar ini lebih lanjut akan berpengaruh
Transaksi perdagangan, khususnya untuk ekspor akan terjadi atas komoditas yang memiliki nilai strategis serta memiliki keunggulan komparatif dibandingkan dengan negara pengimpor (pembeli). Untuk Indonesia, salah satu komoditas yang juga merupakan andalan ekspor sebagai bagian pencetak devisa adalah bunga melati. Besar kecilnya volume ekspor atas komoditas bunga melati ini salah satunya diantaranya juga dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara lain khususnya dollar Amerika Serikat.
Oleh sebab itu telaah dan kajian mengenai perubahan nilai rupiah pengaruhnya terhadap ekspor bunga melati akan merupakan bagian yang menarik untuk diteliti.

B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
Apakah perubahan nilai tukar rupiah berpengaruh terhadap ekspor bunga melati

Diterbitkan di: 25 Februari, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.