Di dalam membahas makrekonomi, landasan utama bidang ini adalah berasal dari pendapat-pendapat yang dikemukakan oleh Keynes.
Situasi ini muncul sebagian dari ketidakmampuan para ekonom untuk mencapai sebuah konsensus mengenai apa yang sebenarnya dikatakan oleh Keynes berkenaan dengan sistem kerja makroekonomi. Pada dekade 1970an, sebuah kelompok pengkaji yang dipimpin oleh Sidney Weintraub dan Paul Davidson dari kawasan Atlantik dan Juan Robinson dan John Eatwell dari kawasan Inggris bersama-sama menegaskan kritisi mengenai landasan neo-Keynesian yang cukup spesifik tentang makroekonomi. Kelompok ini menyebut diri sebagai kelompok pasca-Keynesian (post-Keynesian) dan hfhfhfhfhfhfmenyelenggarakan rapat organisasi pada tahun 1974 dengan menerbitkan sebuah jurnal berjudul Journal of Post-Keynesian Economics (JPKE). Dalam terbitan pertamanya, berbagai penemu dan pendukung post-Keynesian berusaha menjelaskan bahwa “aliran baru” ini sangat berarti bagi eksistensi para ilmuwan bidang
ekonomi tersebut. Joan Robinson menyebutnya sebagai “metode analisis yang membahas tentang perbedaan antara masa depan dan masa lalu.” J. K. Galbraith menyatakan aliran baru ini adalah “sebuah masyarakat industri yang berada di dalam proses perubahan yang terus-menerus dan organik, yang harus diakomodasi oleh pemerintah, dan dengan kinerja tindakan publik inilah keadaan dapat mengalami perbaikan.” Sementara sejumlah penulis lainnya memfokuskan perhatian pada masalah lain, namun pada hakekatnya semua sepakat bahwa ilmu ekonomi neoklasik dan neo-Keynesian tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman.
Pakar ekonom aliran heterodoks kurang sependapat satu sama lain tentang keberatan mereka terhadap eksistensi ekonomi aliran ortodoks. Pada saat memanivestasikan keberatan mereka dengan cara yang berbeda-beda, para pakar ekonomi tersebut berpedoman pada ruang lingkup, metode, dan muatan yang diuraikan oleh teori
ekonomi ortodoks. Penganut aliran Keynesian, radikal, institusionalis menolak pandangan ortodoks bahwa harmoni atau keselarasan muncul di dalam ekonomi pasar dan bahwa laissez faire merupakan kebijakan pemerintah yang tepat. Pilihan publik (public choice) dan neo-Austrian, yang cenderung menjadi ilmu ekonomi politik, tidaklah mudah diuraikan dengan intervensi pemerintah di dalam kegiatan pasar, sedangkan menurut teori ortodoks, keterlibatan pemerintah di dalam pasar adalah hal yang wajar dan disepakati.
Terdapat beberapa perbedaan dan perbandingan antara kelompok heterodoks yang satu dan yang lainnya. Pertama, meskipun paham-paham tersebut sering berbeda pendapat mengenai munculnya ilmu ekonomi mainstream, namun mereka hampir sependapat mengenai kebutuhan akan perluasan analisis mainstream. Kedua, meskipun ekonom heterodoks sering diabaikan keberadaannya oleh mainstream, namun demikian mereka tetap berpengaruh. Ketiga, ekonom heterodoks memiliki kecenderungan untuk berbalik ke arah dalam dan memisahkan diri dari profesi mereka sebagai seorang ekonom, di mana analisis yang mereka buat menjadi bidang yang terpsiah dari penelitian yang benar-benar terpisah dari ilmu ekonomi mainstream atau melanjutkan eksistensinya secara independen dari mainstream. Keempat, hampir semua pemikiran heterodoks merupakan partisan dan memiliki pengaruh yang signifikan bagi teori yang seharusnya non-partisan, yang tidak berpihak pada siapa-pun.
Pada era 1990an public choice cenderung semakin diserap oleh mainstream. Era ini juga ditandai dengan semakin banyaknya ekonom aliran liberal yang mengusung pemikiran neoklasik. Sementara itu Neo-Astrian cenderung kurang diminati. Akan tetapi, neo-Austrian tetap saja mampu mempertahankan eksistensinya, sebagian karena pendanaan yang kuat dari para pendukung teori. Aliran radikal berada pada posisi yang semakin sulit karena tidak didukung oleh pendanaan yang kuat sehingga publikasi tentang aliran ekonomi radikal menjadi semakin terbatas. Tanpa adanya dorongan politik, radikalisasi cenderung tidak berperan signifikan bagi perkembangan ekonomi mainstream.
Para ekonom eksperimental masih kurang berperan di dalam riset ekonomi, akan tetapi potensinya untuk mengubah arah ilmu ekonomi mainstream patut diperhatikan. Aliran ini menawarkan sejumlah topik disertasi yang populer; dan pada suatu saat ketika keyakinan terhadpa muatan empiris ilmu ekonomi berada pada titik terendah, diperlukan eksperimentasi yang mencakup bidang yang lebih luas daripada manusia itu sendiri. Karena kebutuhan para ekonom akan metode empiris, maka perkembangan ilmu ekonomi perilaku yang baru dapat menjadi fenomena heterodoks yang penting pada waktu yang akan datang.
Sejumlah pengamat menyimpulkan bahwa karena versi tertentu dari teori heterodoks mengalami kegagalan di dalam usaha mereka menggantikan teori ortodoks, maka teori heterodoks dianggap gagal. Atas dasar alasan ini, maka teori heterodoks sering tidak dicantumkan di dalam sejarah ilmu ekonomi. Pandangan penulis di sini sedikit berbeda. Sebuah pengujian terhadap pemikiran heterodoks membuktikan bahwa meskipun aliran ini belum menggantikan aliran pemikiran ekonomi yang telah disepakati secara umum, namun aliran heterodoks sering menjadi faktor pendorong bagi teori ortodoks untuk menuju ke aliran baru dan kadang-kadang menawarkan ide-ide seminal yang ditetapkan menjadi bagian dari struktur teori yang disepakati bersama. Kontribusi bagi arah dan matan aliran ide ini tidak dapat diabaikan begitu saja. Pemikiran-pemikiran heterodoks boleh jadi merupakan bagian dari ide-ide sejarawan tentang kilas balik abad ke-21 tentang pemikiran teori induk ekonomi.