• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

.

Kembali ke Pertanian

oleh : diajeng    

Pengarang : Ahmad Erani Y

Krisis keuangan global meluluhlantakkan sektor ekonomi pada sebagian besar negara. Industri, perdagangan, manufaktur
dan pariwisata adalah sektor yang terpengaruh oleh krisis ini. Sektor-sektor tersebut merupakan sektor kunci dalam pos-pos pendapatan PDB.
Indonesia juga terkena badai krisis perekonomian tersebut. Hal itu menimbulkan permasalahan baru bagi perekonomian nasional. Sektor-sektor tersebut diatas kolaps, khususnya korporasi yang berorientasi ekspor. Hal itu dikarenakan pasar ekspor benar-benar lumpuh. Dengan demikian perlu memaksimalkan potensi yang memperkuat ekonomi domestik sebagai langkah untuk merespon krisis.
Diantara sektor-sektor ekonomi nasional, sektor pertanian merupakan sektor yang dapat dimaksimalkan potensinya. Kondisi sektor ini relatif stabil, ditunjukkan oleh perkembangan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I tahun 2009. Dibandingkan tahun sebelumnya, perekonomian Indonesia pada periode ini mengalami peningkatan sebesar 1,6 %. Sektor pertanian mengalami peningkatan paling tinggi, yakni sebesar 19,3 %. Kemudian diikuti sektor listrik, gas, air bersih (3,6%), sektor pengangkutan-komunikasi (2,1%), sektor jasa (1,3%) dan sektor keuangan-real estat-jasa perusahaan (0,8%). Sedangkan sektor perdagangan, hotel, restoran, konstruksi, pertambangan-penggalian dan industri pengolahan mengalami penurunan.
Meski kontribusi sektor pertanian terhadap PDB mengalami peningkatan, bukan berarti sektor ini bebas dari permasalahan. Ada 3 hal yang menunjukkan permasalahan di sektor ini. Pertama, sebagian besar komoditas penting sektor ini sangat tergantung dengan impor sehingga rawan dengan fluktuasi pasokan dan harga. Contohnya kedelai, tepung susu, makanan olahan, garam, singkong, kacang tanah, ternak sapi, buah-buahan dan sayuran. Impor tersebut bukan hanya output pertanian, tetapi juga bibit. Fakta ini menyiratkan ironi, karena Indonesia merupakan negara agraris namun memiliki impor produk yang sangat besar. Pada dekade 1930-an Indonesia merupakan eksportir terbesar kedua untuk komoditas gula. Saat ini terjadi sebaliknya, Indonesia menjadi importir kedua terbesar didunia untuk komoditas gula.
Kedua, lahan pertanian semakin semakin menciut sehingga total produksi beberapa komoditas menurun, meskipun produktivitas per hektar meningkat. Menurut catatan BPS dan BPN setiap tahun lahan pertanian yang mengalami konversi untuk kepentingan sektor lain mencapai 25.000 hektar. Sehingga walaupun pemerintah berusaha untuk meningkatkan produksi tetap saja total produksi akan menurun karena jumlah lahan yang merosot. Contohnya luas lahan kedelai di Indonesia pada tahun 1992 mencapai 1,6 juta lahan. Namun pada tahun 2007 tinggal sekitar 450 ribu hektar. Akibatnya, total produksi kedelai menurun tajam. Masalah ketiga adalah tidak terdapat rencana strategis pemerintah untuk pembangunan sektor pertanian khususnya dalam hal pengembangan industri pengolahan berbasis pertanian.
Sejumlah langkah yang bisa ditempuh sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapi sektor ini. Untuk itu pembangunan pertanian paling tidak harus memuat 3 fase. Pertama, penyediaan infrastruktur dasar bagi kegiatan produksi yaitu irigasi, bibit, pupuk, jalan, penyuluhan dan ketersediaan lahan. Kedua, penguatan pasar dimana kelembagaan pemasaran, perkreditan, pasokan input dan sebagainya didesain dengan lebih baik. Ketiga, menggandeng sektor privat korporasi untuk menggerakkan produksi ke pasar internasional maupun mengolahnya menjadi komoditas yang memiliki nilai tambah.
Investasi infrastruktur dasar harus segera dimulai. Infrastruktur dasar yang sangat penting adalah penataan lahan (reformasi tanah), perbaikan dan penambahan irigasi, serta pengadaan bibit dan pupuk. Sekitar 22,4% saliran irigasi di Indonesia dalam keadaan rusak. Tanpa irigasi yang baik, kegiatan produksi akan terhambat. Penyediaan bibit dan pupk yang terjamin juga dibutuhkan petani agar aktivitas penanaman tidak berhenti.
Setelah pembangunan infrastruktur dirampungkan, maka yang harus dilakukan adalah penguatan pasar dan mendesain kerjasama dengan sektor privat. Penguatan pasar merupakan media yang mempertemukan transaksi antara sektor hulu dan hilir sektor pertanian. Tiga pekerjaan yang harus dilakukan adalah mendesain sistem keuangan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku sektor pertanian, sistem pasokan input dan pasar output lokal.
Diterbitkan di: Juli 01, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.