Selama bertahun-tahun lamanya banyak sekali metode digunakan untuk mendapatkan off-balance-sheet financing. Semua metode
memiliki satu kesamaan, yaitu: Membuat perusahaan dapat mengabaikan obligasi di luar lembar neraca tanpa harus melanggar aturan GAAP yang berlaku saat ini.
Metode-metode off-balance sheet financing mencakup segala hal yang tidak dikenai sanksi oleh GAAP sampai dengan kewajiban akuntansi yang tidak jelas batasannya. Banyak metode off-balance-sheet financing yang dipengaruhi oleh faktor-faktor di bawah ini:
1.Hubungan perusahaan yang terpisah, atau
2.Sifat eksekutor sejumlah transaksi yang menimbulkan argumen bahwa penerimaan aktual atas barang atau jasa belum diperoleh, atau
3.Sarana atau rancangan keuangan yang inovatif
Captive Finance Companies and Other Unconsolidated Subsidiaries
Pada masa lalu praktek akuntansi hampir seluruhnya mengabaikan keberadaan perusahaan anak (atau sering pula disebut "captive finance companies") dari konsolidasi dan melaporkannya dengan menggunakan metode akunting ekuitas. Tidak dilakukannya konsolidasi dengan perusahaan-perusahaan ini dinilai melanggar AICPA (seperti yang dilaporkan oleh Accounting Research Bulleting (ARB) edisi tahun 1959.
Dalam neraca saham yang terkonsolidasi, menurut metode ekuitas, berbagai aset dan liabilitas dari perusahaan anak yang tidak terkonsolidasi tidak dimasukkan bersama aset dan liabilitas perusahaan induk dan perusahaan anak yang terkonsolidasi. Investasi untuk saham umum perusahaan anak yang tak terkonsolidasi biasanya dilaporkan dalam lembar neraca terkonsolidasi milik perusahaan induk dalam bentuk jumlah pendapatan tunggal dan disebut sebagai "Investasi untuk Perusahaan Anak yang Tidak Terkonsolidasi" atau sejenisnya.
Dengan demikian, menurut metode ekuitas, liabilitas yang dimiliki oleh perusahaan induk yang tidak terkonsolidasi tidak akan dimasukkan ke dalam laporan keuangan terkonsolidasi. Penghapusan ini merupakan salah satu bentuk dari off-balance-sheet financing.
Karena rasio dari perusahaan anak biasanya lebih rendah dibandingkan rasio normal yang tercantum di dalam lembar neraca terkonsolidasi, maka kegagalan untuk mengkonsolidasi perusahaan anak bukan saja menghasilkan off-balance-sheet financing, melainkan juga menghasilkan suatu metode peningkatan rasio dalam lembar neraca terkonsolidasi. Selain itu, karena pendapatan bersih terkonsolidasi dari perusahaan induk biasanya tidak terpengaruh oleh hutang yang ditanggung oleh perusahaan anak yang tak terkonsolidasi, maka penghapusn hutang pada perusahaan anak yang tak terkonsolidasi dari lembar neraca terkonsolidasi akan mengurangi rasio hutang terhadap ekuitas (debt-to-equity ratio).
Sesuai dengan APB Opinion 18, The Equity Method of Accounting for Investments in Common Stock, pemberitahuan harus disertai dengan laporan ringkas mengenai aset dan liabilitas perusahaan anak yang akan menjadi pelengkap bagi laporan keuangan perusahaan. Ada kalanya data yang terdiri atas dua atau lebih dari dua perusahaan anak akan digabungkan ke dalam pemberitahuan semacam ini.
Bagi sebagian besar akuntan, tindakan untuk tidak mengkonsolidasi perusahaan anak bukanlah salah satu cara untuk menjaga liabilitas agar tidak tercantum dalam lembar neraca. Para akuntan menganggap bahwa tindakan untuk tidak mengkonsolidasi perusahaan anak adalah keputusan yang positif, dan sesuai dengan praktek akuntansi. Mereka berpendapat bahwa sifat aset dan liabilitas, sifat pendapatan dan pembiayaan, dan batasan berbagai rasio keuangan dan operasional untuk perusahaan anak sangatlah berbeda dari kelompok perusahaan lain, sehingga jika dilakukan konsolidasi terhadap perusahaan anak tersebut maka akan terjadi kebingungan dan menghasilkan informasi yang salah mengenai perusahaan induk.
Pandangan yang berbeda disampaikan oleh sejumlah pakar, dengan menyebutkan bahwa perbedaan antara perusahaan anak dan perusahaan lain tidaklah cukup untuk menangguhkan keputusan konsolidasi seperti tercantum dalam ARB 51, yang menyatakan bahwa "laporan keuangan terkonsolidasi lebih berarti dibandingkan laporan terpisah…" dan bahwa kebingungan dapat dicegah dengan pemberitahuan seperlunya.
Dalam mengembangkan proyek "The Reporting Entity, Including Consolidations and the Equity Method," FASB secara jelas menyebutkan di dalam Exposure Draft yang diterbitkan pada bulan Desember, "Consolidation of All Majority- owned Subsidiaries", bahwa FASB bermaksud untuk meminta perusahaan anak agar dikonsolidasi, dan bukan dilaporkan dengan metode ekuitas. Pada bulan Oktober 1987, FASB menerbitkan FAS94 dengan judul yang sama dengan yang tercantum dalam Exposure Draft. Laporan ini dibuat untuk menggantikan ARB51 dan menuntut konsolidasi terhadap seluruh perusahaan anak, meskipun pada saat itu masih banyak perusahaan anak yang menjalankan operasi "yang tidak terkonsolidasi", baik di lingkungan domestik maupun di lingkungan internasional.