Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Bisnis & Keuangan>Cara Menulis Curriculum Vitae (Daftar Riwayat Hidup)

Cara Menulis Curriculum Vitae (Daftar Riwayat Hidup)

oleh: dewarna     Pengarang : Dewarna
ª
 
Trik Menulis Curriculum Vitae (Daftar Riwayat Hidup)

Tak ada urutan pasti dari mana Curriculum Viate (Daftar Riwayat Hidup) ditulis. Kalaupun diterjemahkan secara bebas, ia adalah daftar peristiwa historis seseorang dari mulai lahir hingga hari itu ia beraktivitas, tentu urutannya bersifat kronologis dari A hingga Z, seperti halnya alfabetis yang tidak tumpang tindih Z ke A, misalnya.

Sistematika tulisan tetap harus dipertimbangkan karena akan menjelaskan sisitematika berpikir kita. Dijatuhkannya pilihan pada kita akan bergantung pada nalar berpikir, penjelasan yang efektif dan efisien, tetapi mampu merengkuh kedalaman kualitas kita yang memang lebih penting dari apa pun.

Format-format cetakan umumnya memastikan CC atau DRH apa adanya. Saya menganggapnya tidak estetis dan tidak bernilai “jual” karena isinya sekadar data “mati”. Apa menariknya, misalnya, kemampuan kita yang begitu banyak, juga pengalaman informal-formal apa pun, kalau hanya diungkapkan dalam begitu terbatas kata-kata. Apalagi ketika disertakan dalam surat lamaran kerja, kemasan yang menarik serta redaksi penulisan yang cerdas akan jadi tolak ukur orang mempertimbangkan lamaran kita.

Saya lebih memilih deskripsi naratif, artinya biarkanlah kita mengembangkan tulisan dari kedalaman hati dan tidak melulu dalam format yang kaku. Kemungkinkan melakukan strategi penulisan seperti berkisah (bercerita) akan lebih ilustratif dan member gambaran seutuhnya tentang seseorang. Tidaklah harus teratur susunannya dalam butir-butir rincian selama itu tidak mewakili keseluruhan gambaran kita.

Selama ini, identitas terlebih dahulu dikedepankan karena umumnya menyangkut nama dan biodata kita. Kamudian isinya latar belakang, organisasi, dan pekerjaan terdahulu dan kini, semata-mata guna menjelaskan urutan kehidupan dan pengalaman disertai penjelas eksistensi kita yang bukan pengangguran. Persoalannya seharusnya terletak pada pendeskripsian yang substantif: siapa kita, bagaimana spirit dan motivasi kita akan pekerjaan yang kini kita jatuhkan pilihannya. Andai gambaran kita bisa dieksplorasi, pilihan pada kita takkan jatuh pada pesaing yang lain.

Penjelasan yang panjang lebar sesungguhnya teramat penting selama langsung menjelaskan kapasitas kita. Kalaupun kita berkeinginan jadi guru, uraian tentang pengalaman baik informal maupun formal disertai dengan bukti fisik, akan jadi penentu dan takaran moral kejujuran yang bersangkutan. Begitupun profesi yang lain, kelayakan akan bisa terbaca dari rangkaian kelengkapan lain (sertifikat, pengalaman kerja) yang disertakan.
Diterbitkan di: 09 Mei, 2009   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

5 Teratas

.