Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Bisnis & Keuangan>Prinsip-Prinsip Pembelanjaan

Prinsip-Prinsip Pembelanjaan

oleh: save4me     Pengarang: Farida Tiktik; SE & Drs. Muhtarrudin; MM
ª
 
Setelah sebelumnya kita telah memahami mengenai fungsi dan pengertian manajemen keuangan, kita perlu mengetahui dan memahami prinsip-prinsip pembelanjaan sebagai pedoman dan dasar untuk operasional perusahaan.
Asas Liquiditas
asas yang mengajarkan bahwa dalam kebijakan financing penarikan sumber-sumber dana harus diperhatikan berapa lamanya dana yang akan diperoleh akan digunakan oleh perusahaan apabila dana tersebut akan digunakan selama 1 tahun, maka dana yang akan ditarik juga untuk jangka waktu kurang dan tidak lebih dari 1 tahun. dalam hal ini dikenal dengan MATURITY MATCHING PRINCIPLES, berdasarkan asas ini :
- Mo. kerja variable dibelanjai dengan pinjaman jangka pendek
- Mo. kerja permanen dibelanjai dengan Mo. sendiri
- Mo. aktiva tetap harus dibelanjai dengan hutang jangka panjang (kecuali tanah harus dengan Mo. sendiri)
Asas Solvabilitas
asas yang mengajarkan bahwa dalam memperoleh sumber dana harus diperhatikan faktor psikologi dali calon investor :
- Optimis, sebaiknya perusahaan mengeluarkan saham
- Pesimis, sebaiknya perusahaan mengeluarkan obligasi
Asas Rentabilitas
asas yang mengajarkan bahwa dalam penarikan sumber-sumber dana harus memperhatikan konsekuensi kewajiban memberikan balas jasa dari perusahaan ke calon investor
Asas Kekuasaan
asas yang mengajarkan bahwa dalam kebijakan financing harus memperhatikan kebijakan manajemen keuangan:
- bila manajemen tidak ingin dicampuri pihak luar, sebaiknya perusahaan mengeluarkan obligasi
- bila manajemen lebih banyak menghendaki campur tangan pihak luar maka dapat dikeluarkan saham

Jenis-Jenis Pembelanjaan
A. Berdasarkan Aktivitas
  1. Pembelanjaan aktif, segala aktivitas yang dilakukan untuk menginvestasikan dana secara efektif dan efisien
  2. Pembelanjaan Pasif, segala aktivitas yang dilakukan untuk memperoleh sumber dana dengan cara yang mudah dan biaya minimal
- Pembelanjaan Kuantitatif, masalah penetuan besarnya modal yang ditarik
- Pembelanjaan Kualitatif, masalah penentuan jenis modal yang akan ditarik meliputi :
*Sdt. Liquiditas-berapa lama modal akan ditarik
*Std. Solvabilitas-macam modal apa yang kan ditarik
*std. Rentabilitas-pendapatan yang akan dihasilkan dari modal yang ditarik
B. Berdasarkan Sumber Dana
  1. Pembelanjaan Intern, pembelanjaan yang sumber dananya dibentuk dari keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan sendiri.
  2. Pembelanjaan Ekstern, pembelanjaan yang sumber dananya berasal dari luar perusahaan, misalnya penjualan saham, obligasi, kredit bank, dsb.
C. Berdasarkan Kondisi
  1. Pembelanjaan Normal
  2. Pembelanjaan Berlebihan
  3. Pembelanjaan Yang Berkekurangan
  4. Pembelanjaan Parsial
  5. Pembelanjaan Total

Diterbitkan di: 13 April, 2009   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Apa yang dimaksud dengan pembelanjaan yang berkekurangan? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    perbedaan pembelanjaan parsial dengan pembelanjaan total Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.