Definisi klasik tentang manajemen dari Mary Parker Tollet (Aditama, Tj.Y., 2002) bahwa manajemen adalah suatu seni dalam
menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Menurut saya, agak narsis dan jayus kalau masa kini masih mikir seperti itu. Jadi menurut saya manajemen justru tehnik bekerja sama bersama orang lain. Sehingga lebih enak memakai pendapat George Terry (Aditama, Tj.Y.,2002) yang merangkai manajemen menjadi kegiatan planning, organizing, actuating dan controlling. Kegiatan tersebut kemudian di kembangkan menjadi berbagai rincian lagi oleh beberapa tokoh. Setiap kegiatan baik sendiri maupun bersama orang lain pasti butuh rencana dan “karena bersama orang lain” maka perlu pengaturan atau organisasi. Kemudian agar tampak hasil suatu rencana maka rencana haruslah dilaksanakan dan dilakukan pengawasan.
Willan (1990), dalam Aditama (2002), menyatakan bahwa pelaksanaan manajemen rumah sakit haruslah “like the swan swim in a pool” . Wah, ini bagus menurut saya. Bisa di adopsi untuk
puskesmas dan biar tidak sulit, saya terjemahkan aja………..like a “
bebek adus nang kali”. Artinya, tampak tenang di permukaan dan tetap aktif bergerak di bawah. Hal ini perlu karena kita berhadapan dengan orang –khususnya orang sakit- sehingga harus tampak tenang di satu pihak dan di pihak lain, para manajernya harus betul-betul bergerak aktif mencari cara yang tepat meningkatkan pelayanan dan membuat pelanggan dan pengguna puskesmas semakin tinggi kepuasannya karena puskesmas mampu memecahkan lebih banyak lagi problem mereka, terutama dalam hal kesehatan, karena puskesmas adalah pusat pembangunan masyarakat berwawasan kesehatan.
Nah, 4 hal yang perlu diperhatikan diringkas dalam table berikut ini dan disusun berurutan mulai dari hal yang dapat diamati sampai faktor penggerak yang mempengaruhi keunggulan produk.
Surface: Keunggulan merek (citra puskesmas)
Tehnologi (kedokteran, keperawatan, komunikasi)
Pelayanan purna jual (keramahan termasuk ketika menerima tilpon, kesediaan menerima konsultasi gratis terkait pelayanan yang pernah diterima pasien atau keluarga pasien, kelengkapan dan kerapian data rekam medic agar mudah dicari kembali, penanganan komplain yang tertata dll)
Harga (tepat harga)
Kepemimpinan
Underlying: Riset dan pengembangan (diklat dan peningkatan tehnologi dan pelayanan kesehatan)
Pemasaran (peningkatan kepuasan masyarakat, kegiatan sosial mendukung pelayanan kesehatan maupun citra puskesmas dll)
Keuangan (SIM dan keuangan, remunerasi)
Drivers: Keinginan belajar
Sumber daya manusia makin kompeten
Kultur organisasi
Base: Visi
Strategi
(Diolah dari Clarke CJ. “An Endangered Species” Malaysian Business, November 1998)
The Motivator
Puskesmas Mojoagung