Mungkin anda pasti mengenal jargon-jargon seperti
customer-orientation,
customer-focused, atau
customer-centricity.
Dimana konsep-konsep tersebut mengindikasikan bahwa pelanggan adalah raja, dimana para produsen melakukan riset, atau mencari tahu apa yang diinginkan si pelanggan, lalu si produsen membuat produk tersebut sesuai dengan yang dikehendaki para pelanggan.
Namun ada juga konsep yang berbeda jauh dari pada konsep-konsep yang tadi saya sebutkan tadi, dimana para pelanggan disengsarakan, sangan bersebrangan dengan konsep-konsep yang tadi Saya sebutkan, sehingga bukan kita yang mencari bola tetapi pelanggan yang mencari bola. Sehingga tidak adanya marketing disini, namun sangat ampuh khasiatnya. Namanya konsep "antimarketing".
Jika Anda mempunyai suatu produk, pasti Anda selalu menyiapkan produk tersebut sebanyak mungkin dengan tujuan semua pelanggan mendapatkannya. Namun dalam Antmarketing, Anda akan membuat pelanggan merasa sengsara dengan mencari produk Anda. Namun jika pelanggan sudah mendapatkan produk Anda, akan ada suatu rasa kepuasan tersendiri para pelanggan, karena telah mendapatkan produk Anda yang "exclusive" tersebut.
Sebut saja merek Dagadu, Produk ini hanya bisa didapatkan di jalan Pakuningratan dan di Mal Malioboro, sehingga para pelanggan rela jauh-jauh pergi ke Jogja karena hanya ingin membeloi kaos ini, lalu mereka harus mengantri panjang untuk bisa membeli kaos ini. Menyengsarakan bukan?, tetapi para pelanggan merasa puas jika sudah membeli baju ini, karena produk ini "exclusive".
Yang dikedepankan disini adalah Produk, bukan penjualan, bukan pelanggan. Produk-produk yang akan dijualpun adalah produk-produk yang berbeda daripada yang lainnya, dan hanya satu jenis alias tidak dibuat banyak, karena akhir-akhir ini Pelanggan lebih senang mamakai barang yang berbeda daripada yang lain alias ngga pasaran.
Sumber:
Warta Ekonom