.
#000000; font-size: 16px;">Secara naluriah, wanita sangat
suka berhias. Namun, seorang muslimah pasti tahu bahwa berhias hanya
diperbolehkan di depan suami. Seorang muslimah sejati tidak akan
menjadi korban mode begitu saja. Ia tetap bersyukur kepada Allah
meskipun fisiknya tidak begitu indah di hadapan manusia.
#000000; font-size: 16px;">Meskipun begitu, bukan berarti
seorang akhwat lantas cuek saja dengan penampilannya. Selama berada
dalam koridor syariat, seorang akhwat diperbolehkan tampil bersih dan
rapi. Jangan sampai ummat lari hanya karena penampilan para juru
dakwah yang kumuh. Tak mengapa mempercantik diri di salon, asal di
salon khusus wanita. Jika ingin memakai kosmetik di depan suami, kita
tetap harus waspada, karena banyak kosmetik yang beredar di pasaran
yang mengandung bahan-bahan haram.
#000000; font-size: 16px;">Secara umum, buku ini mengingatkan
kita agar menjadi sosok akhwat yang ideal. Sesosok wanita yang cantik
lahir batin. Tidak saja baik pemahaman agamanya, namun juga baik
akhlaknya. Jangan sampai ada akhwat yang rajin mengikuti taklim,
tetapi masih suka bergunjing. Terkadang ada beberapa aktivis yang
fahim terhadap syariat, namun kurang baik akhlaknya terhadap
tetangga, atau kepada orangtua. Dia tak menolak diberi amanah
macam-macam, tetapi begitu diminta mengantar ibu ke dokter saja
beratnya bukan main.
#000000; font-size: 16px;">Nah, bagaimanakah menjadi sosok
akhwat yang ideal? Silahkan membaca buku ini.