Vanilla adalah seorang mahasiswi Teknik Grafika dan Penerbitan di suatu universitas di Jakarta. Vanilla dikenal sebagai gadis
yang ceria, cerewet, menarik dan mudah bergaul. Dia juga merupakan pemain teater di kampusnya, Kegiatan yang tak boleh dilewatkannya adalah menonton pertandingan sepak bola di kampusnya. Hal ini pula yang membawa Vanilla bertemu dengan Edvan.
Edvan adalah seorang mahasiswa tampan dan kaya yang satu angkatan dengan Vanilla, tetapi berbeda kelas. Saat pertama kali bertemu dengan Edvan, hati Vanilla mulai ingin tahu tentang sosok Edvan. Sampai saatnya Edvan hadir dalam mimpi Vanilla secara tak terduga. Mimpi inilah yang membuat Vanilla makin penasaran dengan sosok Edvan. May dan Ven, yang merupakan sahabat Vanilla, mulai menyusun rencana untuk membuat Vanilla bisa mencari tau tentang Edvan. Dimulai dari rencana 'perkenalan terencana', bisa SMSan dan telpon Edvan, sampai bisa menjadi teman dekat Edvan. Sayangnya Edvan adalah laki-laki yang sangat dingin dan cuek. Kedinginan Edvan itulah yang membuat Vanilla makin penasaran dengan Edvan dan membuatnya jatuh cinta pada Edvan. Jatuh cintanya Vanilla pada Edvan membuat May, Ven, dan Bee, cowok yang menyukai dan dekat dengan Vanilla, ini menjadi geram karena sikap Edvan yang sangat dingin itu. Akan tetapi bukan Vanila namanya bila belum berusaha sampai dia menyerah sendiri.
Usaha Vanilla untuk mendapatkan informasi tentang Edvan dimulai dengan menanyakan beberapa macam pertanyaan kepada Ferro, teman dekat Edvan semasa SMA. Setelah ditanya beberapa pertanyaan oleh Vanilla, Ferro memberitahu bahwa Edvan baru saja putus dengan mantan pacarnya yang bernama Mocca. Mereka putus karena Mocca melanjutkan kuliah di Sydney. Keadaan itulah yang membuat mereka memutuskan untuk berpisah dan membuat hancur hati Edvan. Awalnya Vanilla merasa sakit hati setelah tahu bahwa Edvan baru saja putus cinta, tetapi Vanilla tetap dalam usahanya untuk mendekati Edvan.
Memang dasar Vanilla yang tak mudah menyerah pada keadaan, ia tetap saja usaha untuk terus SMS Edvan walaupun sering tak dibalas. Usaha lain Vanilla adalah berusaha hadir dalam tiap moment penting hidup Edvan dan segala macam pendekatan melalui telpon dan SMS yang sering tak mendapat tanggapan dari Edvan.
Kedinginan sikap Edvan yang seperti itulah yang lama-lama membuat Vanilla merasa terluka hatinya. Ia lebih sering bersedih, melamun, dan kurang bersemangat. Bee yang selalu ada untuk Vanilla merasa khawatir dengan keadaan Vanilla yang makin memburuk. Bee selalu memberi nasihat pada Vanilla untuk berhenti mencintai Edvan, tetapi Vanilla tak mau menyerah dengan usahanya. Sampai akhirnya, Vanilla sudah sangat kecewa dengan sikap Edvan yang makin menjengkaekan dan menyatakan untuk menyerah dari usahanya itu. Vanilla mulai menata diri lagi untuk persiapan pertunjukkan teaternya yang berjudul " Cinta Melankolis". Dan karena totalitas Vanilla dalam memerankan perannya itu, pertunjukkan teaternya pun berhasil sukses.
Di tengah usahanya untuk melupakan Edvan, Vanilla malah mendapatkan kabar kalau Edvan mengalami kecelakaan. mendengar hal itu, Vanilla langsung bergegas menuju rumah sakit untuk menemui Edvan. Kecelakaan itu membuat Edvan kehilangan banyak darah dan harus segera mendapatkan donor darah agar dirinya dapat selamat. Kebetulan sekali golongan darah Edvan dan Vanilla sama sehingga Vanilla dengan sangat sigap segera menawarkan diri untuk mendonorkan darahnya pada Edvan. Semalaman penuh Vanilla dan Bee menjaga Edvan di rumah sakit, sampai pagi harinya datanglah seorang gadis cantik menjenguk Edvan dengan wajah yang sangat cemas. Ternyata gadis cantik itu adalah Mocca. Betapa hancurnya hati Vanilla saat itu. Ia sungguh sedih dan hanya bisa diam merenungi sakit hatinya itu. Cinta tulus Vanilla yang sudah diberikan kepada Edvan selama ini tak dianggap apa-apa. Edvan lebih memilih untuk melanjutkan cinta masa lalunya yang menurutnya lebih berharga.
Kesakitan Vanilla tak berlangsung lama karena May memberinya buku cara melupakan seseorang dalam 7 hari. Dan hal itu dilakukan oleh Vanilla dan memang berhasil.
Selang 6 bulan Vanilla, May, Ven, dan Bee berpisah karena tempat kerja praktek yang berbeda, mereka dipertemukan lagi saat wisuda. Dan Vanilla sudah lebih baik dari keadaan 6 bulan sebelumnya dan telah berhasil melupakan Edvan dan mulai menyadari cinta yang tak terduga terjadi padanya yaitu cintanya pada Bee, yang sebenarnya memang telah lama mencintai Vanilla.