Halaman Utama Shvoong > Buku > Novel Remaja > Every Boy’s Got One (Semua Pria Pasti Punya)

.

Every Boy’s Got One (Semua Pria Pasti Punya)

Summary rating: 2 stars 4 Tinjauan
Pengarang : Meg Cabot
Review by : fitria
Kunjungan: 83
kata: 600
Diterbitkan di: Februari 11, 2008
Jadi saksi
kawin lari adalah hal yang ‘spektakuler’ bagi Jane Harris. Gimana
nggak, ia akan terbang ke sebuah tempat di Italia, diminta oleh
sahabatnya, Holy Caputo untuk jadi saksi pernikahannya dengan Mark
Levine. Jane Harris, seorang kartunis yang menciptakan tokoh Wondercat,
sudah mempersiapkan sebuah kado untuk mereka berdua, yaitu sebuah ‘Diary Perjalanan Holy Caputo dan Mark Levine’. Diary ini akan diberikan setelah rangkaian kawin lari mereka selesai.Jane
begitu semangat ketika mendapatkan cap dari imigrasi Italia di
paspornya. Cap pertamanya! Tapi, sayang, teman seperjalanannya yang
juga saksi pernikahan dari pihak Mark Levine, Cal Langdon, adalah orang
yang ‘menyebalkan’, paling tidak begitu anggapan Jane Harris. Cal
Langdon adalah seorang jurnalis yang kerap bepergian ke luar negeri,
jadi wajar dong, kalo dia gak tau apa sih Wondercat itu? Karuan Jane
sewot dan memasang ‘bendera perang’ sejak Cal mengejek soal pembelian
air mineral di airport yang banyak banget.Le Marche,
itulah tempat yang dipilih Holy dan Mark. Mereka tinggal di tempat
paman Holy. Pengurus rumah tangganya adalah Frau Schumacher, wanita
asal Jerman, beserta cucunya, Peter – ''''Wundercat No. 1 Fan’ yang gemar
berkeliling dengan motorino-nya. Jane girang banget, dan berhasil menunjukkan ke Cal, kalo Wondercat-nya terkenal di pelosok Italia.Ternyata
Le Marche (dan Italia) masih tergolong ‘primitif’ di mata Jane – lampu
mati kalau oven menyala, tidak ada toilet duduk di tempat umum – yang
ada hanya toilet jongkok. Jane bilang, “Inilah sebabnya kenapa Amerika
jadi negara adikuasa dan kalian tidak, karena kami memikirkan
kenyamanan toilet.”Ternyata ‘perjalanan’ kawin lari itu gak
berjalan mulus. Holy dan Mark harus mendapatkan surat-surat dari
Konsulat AS di Roma. Dan pada hari keberangkatan mereka ke Roma,
pasangan calon pengantin itu keracunan karena makan tiram mentah. Jane
tidak tinggal diam, dia gak rela kalo pernikahan sahabatnya itu gagal.
Bersama Cal, dia pergi ke Roma demi mendapatkan surat-surat bagi
temannya.Serangkaian
cerita dalam buku ini ditulis dalam bentuk e-mail di Blackberry,
curhatan Cal di PDA-nya, dan tentu saja, catatan perjalanan yang
ditulis Jane Harris di diary-nya. Dan gaya penulisan ini, bikin buku
ini jadi kocak dan gak membosankan.Dan ternyata, cerita ‘kawin
lari’ ini adalah pengalaman pribadi dari Meg Cabot! Di akhir cerita,
Meg Cabot menyisipkan cerita tentang latar belakang penulisannya. Unik,
menarik dan romantis…
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------

Recent Shvoongers

  • amibroker
  • AsepSuryana
  • herro
  • jurnalis
  • DenKun
  • Kharis
  • nilna
  • AryaGuna
  • airakheisa
  • Rakyat
  • kusuma
  • tomaz
  • insansains
  • deleon
  • PermataPratiwi
  • KireinaLie

.