Jumat, Februari 2009
Sekarang kita jalan-jalan ke
Hamamatsu yang jaraknya kurang lebih 1 jam dari Shizuoka...
....kita mulai perjalanannya....
<big><b>Bis/ <i>basu</i></b></big>
<Photo 10>Sambil menunggu bis datang, kita lihat jadwal bis dulu. Jadwal kedatangan bis terbagi atas 2 kolom, jadwal di hari kerja dan jadwal di hari libur/ minggu. Semakin padat suatu daerah, semakin cepat jadwal kedatangan bis, semakin jarang penduduk semakin lama nunggunya.......
Namanya memang halte bis......tapi belum tentu ada haltenya, setiap pemberhentian bis ditandai dengan plang jadwal bis. Jika ada halte pun, wujudnya bisa macam-macam dari yang seada-adanya, sampai model yang dirancang khusus.<Photo 8>
<Photo 1>Naik bis lewat pintu belakang..... jangan lupa ambil karcis di mesin karcis dekat pintu masuk. Pada karcis akan tercetak nomor halte keberangkatan, yang gunanya untuk mengetahui tarif karcis yang harus di bayarkan.
Untuk tahu tarifnya, lihat panel route yang ada di atas supir bis, ada baris nomor halte di bagian atas dan baris tarif bis di bagian bawah, tinggal cocokkan nomor karcis yang ada, bisa langsung tahu tarifnya.....pertama-tama memang membingungkan, seterusnya jadi lebih paham.
Jika hendak turun, tekan bel yang terdapat disetiap kursi..... bis akan berhenti di halte berikutnya. Untuk membayar karcis, masukkan uang pas berikut karcis ke kotak di samping supir. Kalau tidak ada uang pas, tukarkan uang di mesin penukar uang yang terletak disebelahnya.
<big><b>Stasiun/<i>eki</i></b></big>
Sesampai di stasiun.........lihat pada panel yang ada di atas mesin karcis. Di sana tercantum tarif dan stasiun yang dilewati route kereta .<Photo 11>
<Photo 9>Untuk pertama kali, pasti membingungkan karena tertulis dengan huruf Jepang semua. Perlu "jurus nekad" dan "terpaksa belajar" untuk urusan ini, jika tidak rencana mencoba naik kereta bisa gagal.
Setelah jelas tarifnya, beli karcis di mesin karcis..... masukkan uang kemudian tekan harga karcis yang ingin dibeli, untuk anak di atas 5 tahun cukup bayar separuhnya.
Jadwal kedatangan kereta yang akan datang, terpampang jelas di pintu masuk peron, kereta datang hampir setiap 30 menit, jadi jangan khawatir tertinggal, masih banyak kereta yang lain, asal mau sabar menunggu. Untuk masuk peron, masukkan karcis ke dalam gerbang karcis, pintu akan terbuka otomatis, jangan lupa ambil kembali di sisi sebelah dalam.
<Photo 3>Sama dengan bis, kereta pun datang tepat waktu. Setiap akan tiba di suatu stasiun, petugas kereta akan berhalo-halo menginformasikannya, tentunya dalam bahasa Jepang. Selama perjalanan seorang petugas kereta berseragam hitam, hilir mudik memantau penumpang.
Selama 1 jam perjalanan, 3 atau 4 kali petugas kereta bolak-balik menghormat dan membungkuk dalam dalam, setiap masuk dan keluar gerbong, padahal semua penumpang sibuk dengan urusannya masing-masing... sebesar itu dedikasinya terhadap pekerjaan ya......ada rasa kasihan melihatnya diabaikan para penumpang.
Tiba di stasiun tujuan, masukkan kembali karcis ke gerbang karcis, pintu akan terbuka, tapi kali ini karcis tidak akan keluar lagi, nah sekian episode naik kereta.
<big><b>Bis 1 putaran/ <i>Ku-ru-ru</i></b></big>
<Photo 5>Ku-ru-ru, bis mungil berwarna merah bertarif 100yen, setiap kota di Jepang memiliki bis ku-ru-ru. Routenya berkeliling di sebagian kecil kota
hamamatsu selama 30 menit, melalui jalan-jalan kecil, pusat pertokoan, taman.....lumayan hemat dan pengalaman unik, seperti naik bis anak-anak.
Tidak perlu menunggu lama di halte bis, setiap 15menit ku-ru-ru datang menjemput......setelah di dalam bis...ternyata penumpangnya mayoritas kaum manula, mungkin karena rutenya yang pendek ya.....atau karena penduduk Jepang mayoritas usia tua?
Berbeda dengan bis umumnya, ku-ru-ru hanya punya 1 pintu, dan pembayaran langsung ke kotak uang tanpa perlu karcis, sopir percaya penumpang jujur 100%....hahaha
<big><b>Kantor imigrasi/ <i>iju kyoku</i></b></big>
Mampir dulu ke kantor imigrasi, untuk mengurus perpanjangan visa.
Walau namanya kantor imigrasi, yang gunanya untuk mengurus warga asing di Jepang, bukan berarti staffnya harus mahir berbahasa Inggris........karena tetap saja, sekali Jepang...tetap Jepang....repot...
<Photo 6><i>Pertama</i> : isi formulir Extention Visa, lampirkan dengan surat warga asing/ <b>Gaijin Toroku</b> dan Pasport
<i>Kedua </i>: beli materai seharga persyaratan yang diminta, sebagai tanda pembayaran untuk negara. Berhubung imigrasi tidak menjual materai, keluar dulu untuk beli materai di kantor pos/ minimarket. Setelah kwitansi ditempel dengan materai......tunggu kurang lebih 30 menit, selesai, pasport langsung dikembalikan. Sebegitu cepat nya.....maklum kebiasaan dipersulit, kalau mudah seperti ini malah jadi aneh.
<big><b><Photo 7>Masjid/ <i> Isuramukyoujiin</i> </b></big>
Masih ada waktu untuk suami sholat Jumat.....kebetulan Hamamatsu punya masjid baru, namanya Mohamadi Hamamatsu. Masjid di Jepang, umumnya diberi nama sesuai letak dimana masjid itu berada, supaya gampang mencarinya.
Walau namanya masjid....jangan berharap bentuknya seperti masjid di Indonesia. Bentuknya kotak mirip kantor, tanpa kubah, tanpa tanda-tanda itu masjid. Kabarnya pemiliknya warga Pakistan yang sudah lama menetap di Jepang.
Selama tinggal di sini, jarang-jarang suami bisa sholat Jumat di Masjid...syukur alhammdullilah akhirnya kesampaian juga.