Pejuang tidak dilahirkan. Melainkan tumbuh dari sebuah proses yang panjang. Kepejuangan juga bukan hasil dari pendidikan
di bangku sekolah. Ia adalah pilihan sikap, sebagai buah dari pergulatan pemikiran atas segala yang terlihat, tertemui, terdengar, tersaksikan, terasa, entah di sepanjang episode hidup seseorang, entah dalam satu penggalan usia. Setidaknya hal tersebut yang dapat diambil dari buku ini. Sebenarnya The Motorcycle Diaries ini tak lebih dari sebuah catatan harian seorang pemuda Amerika Latin yang melakukan perjalanan panjang mengelilingi bagian
selatan benua Amerika.Dalam episode petualangan itu, sang penulis menyaksikan kondisi riil penduduk di Belahan Selatan Amerika, Argentina, Chili, Peru, dan lain sebagainya. Masyarakat di tanah nan kaya dengan sumber daya alam itu berada
pada posisi yang menyedihkan. Miskin, terbelakang, tersingkir, diwabahi penyakit, serta sederet kesusahan lainnya. Sementara, Industri skala besar telah menjauhkan mereka dari kekayaan alam yang selama ini menghidupi mereka. Buku ini menjadi kesaksian penulisnya terhadap hal-hal baru yang ia temui di sepanjang perjalanan. Fenomena-fenomena baru yang justru menyulut sumbu kesadaran kritisnya bahwa ada yang tidak beres pada bangsa-bangsa di Selatan Benua Amerika ini.Sang penulis pada akhirnya tumbuh menjadi pahlawan Amerika Latin yang dikenang hingga kini, Che Guevara.