Di tempat duduk belakang Mercedes, Presiden Cherkassov duduk sendirian, sibuk berpikir. Di samping sopirnya yang anggota milisia duduk pengawal pribadinya dari Grup Alpha. Sementara mereka meninggalkan daerah pinggiran kota Moskow, wajah sang Presiden semakin murung. Ia sudah memegang jabatan itu selama tiga tahun, sejak ia mengambilalihnya dari Boris Yeltsin yang sakit-sakitan---tiga tahun yang menjadi saksi keruntuhan negerinya, tiga tahun paling menyedihkan dalam hidupnya. Rusia, tahun 1999. Harga sepotong roti melonjak hingga mencapai 1 juta Rubel, panen gagal, inflasi dan pengangguran melanda seluruh Rusia, bank-bank berjatuhan, sementara korupsi dan kriminalitas merajalela. Rusia berada di ambang kehancuran. Pada saat sulit itu, Presiden meninggal dunia. Maka wakilnya naik menggantikannya, sambil menunggu Pemilu yang dipercepat.
Di tengah kemelut itu muncul sosok yang suaranya didengar oleh rakyat yang tengah mengalami krisis kepercayaan. Suara Igor Komarov yang menjanjikan reformasi ekonomi dan politik yang menyeluruh. Dialah sosok penyelamat yang diharapkan dapat mengembalikan kestabilan dan kejayaan Rusia. Dialah calon presiden yang dinanti-nanti.
Tak ada yang tahu bahwa Komarov mempunyai sebuah agenda rahasia: mendirikan negara satu partai dan menghapuskan etnis minoritas. Semua rencana itu tersimpan dalam Manifesto Hitam yang dijaga ketat kerahasiaannya. Namun kemudian seorang tukang sapu mencuri dokumen itu.
Sebuah karya spektakuler dari penulis cerita spionase terkenal
Frederick Forsyth.
Edisi bahasa Indonesia diterjemahkan oleh: Andang H. Sutopo.
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama (Anggota IKAPI).
Jl. Palmerah Selatan 24-26, Lt. 6.
Jakarta 10270.
Resensi lain tentang Icon