• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Buku>Teks Pidato>Orasi-orasi Muhammad Sang Rasul

.

Orasi-orasi Muhammad Sang Rasul

oleh : fajari    

Pengarang : Muhammad Ubaidul Akbar
Orasi atau pidato adalah sarana penting untuk mempengaruhi opini publik. Ini berlaku dari masa silam hingga masa kini, di
Yunani dan Romawi, juga di tempat-tempat lain. Pada masa praIslam, di jazirah Arab, dikenal banyak orator-orator ulung. Salah satu dari mereka bernama Quss bin Sa’idah. Beberapa orasi Quss disaksikan oleh Muhammad bin Abdullah (kelak menjadi nabi) sewaktu muda. Itulah sebabnya pidato-pidato Quss bisa menjadi inspirasi bagi Nabi Muhammad.
Pidato Nabi Muhammad mempunyai beberap ciri. Belia selalu memberi hormat kepada para pendengarnya. Lalu, pidato selalu diawali dengan memuji Allah dan dua kalimat syahadat, serta diakhiri dengan mendoakan keselamatan bagi pendengarnya dan doa memohon ampun kepada Allah. Isi pidato biasanya berupa perintah harian, memacu semangat di medan perang, mendamaikan dua kelompok yang berselisih, dan meluruskan kesalahpahaman yang terjadi pada kaum muslimin. Pidatonya tersusun dari kalimat yang sederhana, tapi jika beliau menekankan suatu hal, beliau sampaikan dalam bentuk tanya jawab.
Bahasa tubuh Nabi Muhammad dalam berpidato juga mempunyai ciri. Tergantung dari apa yang disampaikannya, wajahnya bisa berubah warna dan tubuhnya bergetar. Kepalan tangannya sesekali ditutup dan dibuka. Jabir meriwayatkan bahwa pada saat berpidato, mata nabi menjadi merah, suaranya meninggi, dan emosi meliputinya.
Pada awal-awal kenabian, pidato beliau singkat dan padat. Baru menjelang wafatnya, beliau menyampaikan pidato yang panjang. Ini terlihat pada peristiwa penaklukan Mekah (8H), gerhana matahari (10H), dan haji wada’, serta pidato pada lima hari menjelang wafat.
Ada 29 pidato Nabi Muhammad yang dituangkan dalam buku ini. Diawali dengan pidato beliau di hadapan kaum masyarakat Mekkah di Bukit Shafa dan diakhiri dengan pidato beliau pada lima hari menjelang wafat. Semua pidato tersebut ditampilkan di buku ini dalam bentuk terjemahan ke dalam Bahasa Indonesia, tetapi penulis juga melampirkan pada bagian akhir pidato tersebut dalam teks asli Bahasa Arab.
Semua pidatonya patut kita simak. Itulah pesan-pesan yang telah disampaikan oleh tokoh terbesar dalam Agama Islam, yaitu Nabi Muhammad SAW. Buat saya pribadi, pidato beliau yang paling fenomenal adalah pidato pertama di Bukit Shafa.  Dengan pidato inilah beliau memproklamasikan dirinya sebagai Rasul Allah.  Inilah tonggak awal perjuangan yang sulit dan panjang dalam menegakkan kalimat tauhid.
Diterbitkan di: Agustus 22, 2008
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.