Well, lets see Radikus Makankakus. Judulnya memang aneh nian, namun sesungguhnya..buku ini tidak mengajarkan bagaimana caranya manusia awam untuk mengkonsumsi kakus. Percayalah, sungguh jauh dari itu
Buku ketiga Raditya Dika konsepnya masih sama seperti kedua buku terdahulunya. Tulisan-tulisan pendek mengenai pengalaman Si Radith yang sebenernya biasa-biasa aja. Namun dengan gaya khasnya serta selera humornya yang luar biasa, pengalaman biasa itu bisa kembali diceritakan menjadi suatu kisah yang luar biasa.
Hihihi..bahkan nulis resensinya bikin aku ketawa *longok kanan, longok kiri…moga2 gak ada yg ngliat*
Beberapa hal ajaib yang bisa kita temukan dibuku ini antara lain seekor badut yang nyasar di busway, sampe saking putus asanya jadi makanin tangannya sendiri hingga pipis ala active appearance di pinggir jalan (ukh..jangan dibayangin). Hal lainnya adalah bagaimana si pengarang menjadi authority (yg ini lebih jangan lagi dibayangin). Dikutuk oleh manusia NTB (how come??) hingga dikira penunggu toilet cewe (ugh..).
Penulis yang nyambi jadi peternak cacing kremi ini memang aneh nian. Lucu..namun memilukan. Moga-moga di buku-buku berikutnya ia tidak se-khilaf ini lagi. Amin..
PS: jangan baca buku ini ditempat umum. nanti disangka gila. Oke?
Resensi lain tentang Radikus Makan Kakus