Marah dengan CINTA
Summary rating: 4 stars
29 Tinjauan
Kunjungan:
648
kata:
300
Diterbitkan di: Mei 15, 2007
Sepanjang hidup pernikahannya, semua pasangan akan menghadapi tekanan-tekanan baru. Tekanan-tekanan tersebut mungkin berasal dari luar pernikahan, mungkin juga dari dalam pernikahan itu sendiri, atau bahkan dari hal-hal yang sudah lama terpendam jauh di dalam diri mereka masing-masing. Menyesuaikan diri untuk hidup harmonis dengan seseorang, menyeimbangkan tugas-tugas karier yang sedang menanjak, membesarkan anak-anak dan memberi dukungan satu sama lain adalah tugas yang sangat kompleks. Banyak pasangan terkejut tatkala mereka mendapati bahwa konflik-konflik lama yang belum terselesaikan dengan orang tua dan / atau saudara-saudara kandung mereka akan muncul ke permukaan dalam hubungan pernikahan. Setiap konflik tersebut menunjukkan adanya tuntutan yang besar terhadap pasangan suami-istri ketika mereka berusaha berbagai persoalan, yang menyangkut penyeimbangan kendali dan belajar memahami arti pengorbanan pada berbagai tingkatan yang baru dan bagaimana mempercayai orang yang mereka cintai. Salah satu emosi yang seringkali muncul dalam suatu konflik ialah rasa marah. Marah adalah emosi manusiawi. Tidak salah, apalagi dosa! Yang menjadi salah adalah ketika kemarahan itu diungkapkan dengan cara yang salah. Buku ini akan membimbing anda untuk bisa marah tanpa salah...melainkan penuh cinta. Buku ini disusun sedemikian rupa sehingga sangat cocok bagi pribadi yang ingin “jujur” dengan perasaannya, namun tetap mempertahankan hubungan suami-istri yang baik.