• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

.

Tumbuh di Tengah Badai

oleh : javana     

Pengarang : Herniwatty Moechiam
Mendidik Anak Autis dengan Cinta
     Autis adalah suatu keadaan dimana soerang
anak tidak mampu untuk memberi perhatian pada orang lain dan lingkungan sekitarnya. Anak autis hanya mampu untuk memberi perhatian pada dirinya sendiri. Di Indonesia sendiri, autis masih dianggap sebagai suatu hal yang baru pada dasawarsa tahung 1980-an.
Ketika itu seorang bayi bernama Catra lahir. Pada masa pertumbuhannya Catra juga tumbuh normal seperti bayi lain yang seusia dengannya. Namun ada satu hal yang membuat Catra kelihatan ”berbeda” ketika dibandingkan dengan anak lain. Dia sama sekali tidak pernah mau bermain dengan teman sebayanya. Dia lebih suka ermain dan berbicara dengan dirinya sendiri.
      Ketika mulai belajar untuk berjalan, Catra menunjukan gelagat yang lebih aneh lagi. Cara berjalannya seperti tidak terkendali. Apa saja yang ada di depannya selalu ditabrak begitu saja. Meski dirasa mengherankan, namun tidak ada tindakan apapun juga. Waktu itu sang ibu dan orang lain malah menganggap kejadian itu sangat lucu dan unik.
      Baru ketika menginjak usia dua tahun, ibu Catra mulai merasa ada sesuatu yang tidak beres yang terjadi pada anaknya. Lalu dibawanya si bayi pada seorang dokter spesialist syaraf. Disinilah diketahui bila Catra mengalami disfungsi minimal otak. Hal ini disebabkan karena adanya peradangan karena suatu serangan virus. Hasil tes darah juga menunjukan terjadianya pengapuran karena peradangan otak yang diakibatkan dari citomegavirus. Sejak itulah catra mendapat perhaian medis dan psikologis secar lebih intensif.
      Dari sini jugalah ibu Catra mulai sadar bila anaknya berada dalam suatu ketikdapastian dalam hidupnya. Bisa diibaratkan bagai tunas yang tumbuh namun dalam usia belianya harus menghaapi serangan badai yang sangat besar. Untuk menghadapi masalah serius ini, kekuatan mental dari sang ibu mutlak diperlukan. Apalagi bila terjadi konflik dengan si bapak yang terkadang memunculkan perbedaan pendapat sehingga memicu akan timbulnya konflik baru. Hanya kekuatan doa dan keajaiban dari Tuhanlah yang membuat hati ibu Catra menjadi tegar dan pasrah.
     Di usia sekolah, ternyata tidak ada TK yang mau menerima Catra sebagai muridnya. Demikian juga yang terjadi ketika Catra mau mendftarkan dirinya pada sekolah dasar. Alasannya sama, yaitu Catra dianggap sebagai anak yang mempunyai kebutuhan dan perhatian khusus. Pihak sekolah merasa tidak mampu menangani masalah yang terjadi pada diri Catra tersebut.
     Namun rintangan-rintangan tersebut tidak menjadikan ibu catra jadi patah semanat. Hal tersebut justru dijadikan pendorong agar lebih bersemangat lagi untuk mendidik dan membesarkan Catra. Dia ingin mendampingi anaknya untuk terus tumbu berkembang menjadi manusia normal seperti pada umumnya. Ibu catra memang bukan saja sosok wanita yang tidak lemah. Dia juga sabar, tidak mudah menyerah, kokoh dan kreatid dalam menemukan metade-metode untuk menemani anaknya yang butuh perhatian ekstra.
     Berkat ketelatenan ibunya dalam emngasuk anak, Catra bisa tumbuh normal dengan segala kelebihan yang dimilikinya. Dia puya pendegaan dan perasaan yang sangat bagus pada musik. Permainan biolanya juga cukup mengagumkan dan sangat layak utnuk mendapat acungan dua jempol. Selain suka musik catra juga punya perasaan suka pada musium. Dan yang lebih membanggakan lagi, saat ini Catra telah resmi dan saha tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Gajah Mada (UGM) yang merupakan salah satu universitas tertua dan cukup punya nama di Indonesia.
     Buku ini telah berhasil memberi motivasi pada semua pembacanya untuk mengetahui bagaimana tindakan dan sikap yang harus kita ambil ketika menghadapi anak autis. Sebuah kisah nyata yang tidak hanya membahas teori saja, namun juga pengalaman nyata yang berisi petunjuk-petunjuk praktis dan familiar.
Diterbitkan di: Oktober 20, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.