• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Buku>Panduan & Peningkatan Kualitas Diri>Menyikapi Kehidupan Dunia Negeri Ujian Penuh Cobaan

.

Menyikapi Kehidupan Dunia Negeri Ujian Penuh Cobaan

oleh : Abiqorin     

Pengarang : Abdul Malik bin Muhammad al-Qosim
Buku berjudul asli Ad-Dun-yaa Zhillun Zaa-il ini memuat tidak kurang dari dua puluh tiga (23) topik atau pokok bahasan
seputar substansi-substansi hakiki mengenai pemaknaan terhadap alam kehidupan bernama dunia ini. Apa yang selama ini kita sebut sebagai dunia, di dalam buku ini benar-benar dikupas tuntas, mulai dari kulit-kulit permukaannya hingga ke intisari-intisari kedalaman maknanya. Tujuannya, sebagaimana diharapkan sang penulis, agar makhluk bernama manusia ini benar-benar dapat memahami hakekat dunia ini, batas-batas kefanaannya atau kesementaraannya untuk kemudian menatanya secara cermat dan hati-hati, agar tidak tertipu, tidak terjebak, atau tidak terbuai oleh pesona-pesona keindahan palsu di dalamnya, sehingga pada akhirnya dengan pemahaman yang tepat terhadap semua itu, diharapkan keabadian hidup yang penuh kebahagiaan hakiki dapat diraih.
Satu bahasan yang sungguh sangat menarik, tentu saja di antara topik-topik menarik lainnya dalam buku ini, adalah berkaitan dengan filosofi ‘tiga hari’, bahwa dunia ini sesungguhnya “hanya tiga hari”. Tiga hari tersebut adalah, pertama, satu hari yang telah berlalu, atau hari kemarin yang telah lewat yang tidak akan pernah bisa kita tarik lagi untuk dimanfaatkan. Kedua, hari ini, yang merupakan momentum paling berharga untuk menjadikan hidup ini bermakna, dan bukan hal sebaliknya, sia-sia. Dan ketiga, hari esok, yakni suatu hari yang kita tidak akan pernah tahu apakah kita masih ada ataukah telah tiada, karena seperti dimaklumi bersama, ada satu momen penuh kepastian  yang tidak pernah datang kecuali secara tiba-tiba yakni kematian.
“Hari ini” selalu menjadi pilihan paling bijak untuk mengukir nasib hidup kita. Sementara esok, kita tidak tahu barangkali kita mati sebelum hari itu datang. Karena itu raihlah akhirat dalam kehidupan di dunia, karena dunia hanya sebatas yang kita hadapi saat ini. Manfaatkan “hari ini” untuk mengumpulkan bekal perjalanan hidup sesungguhnya dan selamanya, dan jangan sekali-kali menggunakan “hari ini” untuk mengumpulkan sesuatu yang pada akhirnya harus ditinggalkan karena tidak layak menjadi bekal. Subhanallah, buku ini benar-benar berisi mutiara-mutiara hikmah hidup dan kehidupan yang berkilau penuh cahaya petunjuk kebenaran. Wallahu a’lam.
Diterbitkan di: Mei 16, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.