Banyak presenter, guru, fasilitator, dan pembicara merasakan kegairahan mengamati orang-orang
belajar. Kebanyakan musisi, aktris, dan penampil lainnya, kepuasan akan muncul ketika peserta menikmati apa yang kita lakukan senikmat apa yang kita rasakan.
Dalam buku "Mencari Pembicara Hebat" akan ditemukan sejumlah kiat-kiat, teknik dan strategi paling dahsyat yang sangat berharga untuk presentasi, pengajaran, pelatihan, dan fasilitasi. Kiat-kiat ini memberikan hasil, dan kiat-kiat ini ada yang orisinil, pinjaman maupun hasil modifikasi.
Kiat-kiat dahsyat tersebut tersebut sudah diuji, teruji dan digunakan untuk peserta dari pelbagai usia dan tingkatan. Kiat-kiat ini selalu terbukti efektif, memberikan nilai tambah pada teknik pengaturan dan penyampaian informasi. Inilah Kiat-kiat dahsyat "Menjadi Pembicara Hebat", sebagai berikut:
-
Masuklah Ruangan dari Sisi Kiri, maksudnya memasuki ruangan dari sisi kiri pendengar, dapat mengakibatkan mata dan kepala para pendengar bergerak ke arah kiri, dengan demikian merangsang otak belahan kanan yang bersifat tidak menghakimi untuk bekerja. Dengan tidak aktifnya kemampuan analisis belahan kiri untuk sementara waktu, pendengar akan lebih bersikap terbuka dan menerima apa yang ingin kita sampaikan;
-
Potensi dari Dalam Keluarkanlah, maksudnya sebelum presentasi dimulai tampakan sikap percaya diri, antusiasme, dan kesungguhan yang sepenuhnya. Tariklah nafas panjang. Keluarkan segenap pengetahuan, keterampilan dan keyakinan yang menjadi dasar kepercayaan diri anda. Tersenyumlah dan biarkan tubuh anda mengekspresikan kondisi batiniah. Dengan demikian pendengar dapat mendeteksi kepercayaan diri, keyakinan dan kredibilitas semata-mata dari cara anda berdiri dan bergerak;
-
Percakapan Lewat Mata, maksudnya pada saat berpidato di depan pendengar, lakukanlah kontak mata dengan satu orang selama tiga hingga lima detik. Kemudian lihatlah wajah yang lain dan sepasang mata lain. Tataplah mata mereka. Berbicaralah kepada mereka, dan pertahankan kontak mata saat anda bersiap-siap mengulangi pola percakapan lewat mata dengan setiap pendengar yang berda dalam ruangan. Pendengar merasa senang bila seakan-akan anda berbicara hanya dengan mereka;
-
Telapak Tangan di Depan, maksudnya ketika anda bergerak mendekati seseorang, ulurkan telapak tangan secara terbuka dengan sudut sekitar 45 derajat. Melangkahlah dengan luwes menuju orang tersebut sambil menganggukan kepala anda dan tersenyumlah. Awalnya canggung, manfaatnya anda membangkitkan perhatian peserta dan ada anggapan dari peserta anda mau mendengar dan kemauan anda untuk mempertimbangkan gagasan dan pandangan orang lain;
-
Modalitas Bahasa, maksudnya dapatkan kejelasan tentang modalitas bahasa yang dapat memberikan makna yang lebih dalam dan pemahaman yang lebih jernih dari materi presentasi anda dengan menggunakan bahasa setiap modalitas (visual, auditori dan kinestetik). Daftar kata untuk membantu anda memulai, Visual (jelas, gambar, pandangan dsb.), Auditori (terdengar asyik, terdengar seperti, dialog, dengar dsb.) dan Kinestetik (berpegang pada, sentuhlah...., rasakanlah...., perangkat untuk dipakai dsb.).
Coba dan berlatihlah dengan fun lima kiat tersebut untuk memulai dari awal. Semoga suskses "Menjadi Pembicara Hebat"