TAUHID Tauhid adalah meyakini Allah itu esa dan mengetahui bahwa sesuatu sejatinya juga satu.
” Dan Tuhan kalian adalah Tuhan yang satu, tiada Tuhan selain Dia, Dia Maha Pengasih lagi Maha Penyayang” (QS Al-Baqarah:163)
Tauhid terbagi menjadi 2 (dua), yaitu:
1. Tauhid Rububiyyah, artinya mengetahui dan menetapkan asma dan sifat Allah.
2. Tauhid Illahiyyah, artinya seperti yang terkandung dalam surah Al-Kafiruun dan Ali Imran ayat 64.
Abu Dzar meriwayatkan hadist Nabi Saw: ”Tidak seorang pun hamba yang mengucapkan La ilaha illalah kemudian dia mati atas kalimat itu (tidak mempersekutukanNya), melainkan dia pasti masuk surga”
Lalu Abu Dzar bertanya ”Bagaimana kalau dia masih melakukan perbuatan zina dan mencuri?” Rasul bersabda ”Walaupun dia masih berzina dan mencuri”
Abu Dzar mengulangi pertanyaannya sebanyak 3 kali, dan Rasul pun menjawab dengan jawaban yang sama hingga pada kali ke empat Rasul bersabda ”Walaupun dia masih berzina dan mencuri, dan walaupun Abu Dzar tidak menyenanginya, dia tetap akan masuk surga” (HR Bukhari-Muslim)
Membaca
La ilaha illallah maksudnya mengucapkan kalimah Syahadat, ini harus dibenarkan oleh hati dan diucapkan oleh lidah.
Dalil Sunah dari hadist qudsi, Rasul bersabda :
”Siapa yang melakukan kebaikan niscaya akan dituliskan baginya sepuluh kebaikan atau lebih, dan siapa yang melakukan satu dosa dan kesalahan, maka akan dituliskan baginya satu dosa dan kesalahan atau diampuni baginya. Siapa yang mendekatkan diri kepadaKu sejengkal, nisacaya Aku akan mendekat sehasta, siapa yang mendekat kepadaKu sehasta, niscaya Aku akan mendekat sedepa, siapa yang berusaha untuk mendekat kepadaKu dengan berjalan kaki, niscaya Aku akan mendatanginya dengan berlari, siapa yang datang menemuiKu membawa dosa sepenuh bumi dan dia tidak mempersekutukan Aku dengan sesuatu pun, niscaya Aku akan menemuinya dengan ampunan sebanyak itu pula”
(HR Muslim).
Semoga bacaan ini dapat menggugah hati dan iman kita agar lebih baik lagi.