• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

.

Use Both Side of Your Brain

oleh : farihik    

Pengarang : Tony buzan

Ada fenomena yang ditemukan dengan pemanfaatan pemikiran manusia. Setelah penerbitan use both side of your brain pertamakali
pada tahun 1974 seorang pelajar dengan keadaan yang sedang-sedang saja, setelah membaca buku ini menjadi melejit, yang mengangetkan semua guru dan teman-temannya. Ia bahkan mampu menduduki peringkat sebagai ”pelajar terbaik” dengan mendapat nilai ”terhormat” dua diantara lima nilai ujiannya, sedangkan tiga nilai ujiannya adalah A!
There’s the will there’s the way, dengan tanpa gentar Sang pelajar selalu memotivasi diri dengan , “Saya harus mendapat peringkat terbaik”. Dan itulah yang terjadi. Walau sebelumnya pihak sekolah tidak ingin mendaftarkan Sang Pelajar ke Universitas Cambridge, tetapi dengan terpaksa menyetujui hal itu dengan ’membiarkan’ pihak Universitas Cambridge untuk mengetahui bahwa si anak khusus dengan kemauan khusus ini tidak akan mendapat tempat yang diinginkannya. Hal yang seolah kontroversi terjadi pada si anak khusus yang ternyata kemudian memiliki tubuh sehat, pikiran sehat, konsentrasi penuh, dan memiliki prestasi gemilang dengan menjadi ”pelajar terbaik” dengan beasiswa dan menikmati ”masa yang sangat menyenangkan” (h. 5) Ia mampu memanfaatkan dua sisi otaknya otak kiri dan otak kanan.
Pikiran Anda Lebih baik dari yang Anda Perkirakan
Jika dipikirkan sejenak dengan seolah tidak tahu dimana otak berada, akan dirasakan (sebagaimana yang diutarakan oleh Aristoteles) akan diputuskan bahwa otak terletak di sekitar dada dan auatu perut. Hal ini disebabkan di situlah tempat manusia mengalami manifestasi fisik dari kegiatan mental secara teratur dan dramatis.
Ketika perkembangan jaman telah sedemikian canggihnya untuk melakukan penelitian-penelitian yang paling rumit, tetap belum mampu memecahkan pengetahuan yang sangat banyak hanya paling sekitar -barangkali- kurang dari 1 % dari yang seharusnya diketahui.
Gambaran tentang otak adalah gambaran ketidakterbatasan, dengan banyak sisi yang bisa dikerjakan, semisal bumi yang berada pada sistem tata surya, tata surya dalam galaksi. Demikian halnya tentang otak yang memiliki keteraturan sedemikian indah dan rapihnya. Inilah potensi besar yang dimiliki oleh otak manusia, membutuhkan sistematisasi dan keteraturan dalam memanfaatkannya.
Potensi itu tentu saja semakin berkembang sesuai dengan kesadaran dan penyadaran diri manusia. Untuk melejitkan potensi ini ada sebuah kisah muncul dalam buku yang fenomenal ini.
Sebuah kelas berisi siswa berusia empat belas tahun diberi tugas rumah untuk menghafal dan menyebutkan negara-negara dengan ibukotanya seluruh dunia sebanyak-banyaknya. Salah seorang siswa (lelaki) pulang dengan perasaan tertekan dan depresi. Ia menyampaikan berita tugas yang ’tidak adil’ itu kepada ayahnya. Sang ayah yang telah mengikuti kursus Úse Your Brain dengan antusiasme tinggi mengajarkan anaknya untuk menerapkan teknik ingatan ini. Dua pekan kemudian sang ayah ditelepon sekolah bahwa anak lelakinya mencapai nilai lebih dari 200 !!!
Peta Pikiran
Peta pikiran dibangun atas sebuah untaian bahasa ataupun kode-kode yang mudah dan menimbulkan image yang mendalam. Untuk itu memerlukan kata-kata atau image yang mudah dan sederhana. Pada sebuah cerita ataupun ilmu pengetahuan yang dipelajari memerlukan keyword, untuk memanggil kembali memerlukan shortkey. Pemikiran manusia akan menjadi cepat terhubung dengan kata-kata (keyword) yang :
1. bercitra bagus
2. imajinatif
3. deskriptif
4. tepat
5. evokatif
6. kreatif
7. mudah
8. sederhana
9. pendek
10. mengesan
Hal yang harus diperhatikan bahwa setiap kata bersifat multiordinat, (bahkan pada waktu dan daerah tertentu talah menjadi bahasa plesetan). Sebuah permisalan adalah Siman mengambil kuliah di kedokteran Universitas Gajah Mada, berbeda dengan Siman mengambil panah yang diberikan oleh patih Gajah Mada. Hal ini hatus diperhatikan karena pikiran manusia bekerja dengan asosiasi, karena keyword haruslah spesifik dan berhubungan tepat terhadap sesuatu yang pernah terjadi agar tidak menjadikan kekeliruan muncul dalam peta pemikiran manusia.
Ketika berbicara di depan publik atau dengan banyak orang terkadang audience mendadak bereaksi negatif, terhadap kata-kata disukai yang dikemukakan oleh pembicara, yang menurut pembicara itu tidak menyakitkan. Reaksi negatif ini menunjukkan bahwa audience memiliki asosiasi yang berbeda dengan pemaknaan yang dimaksud oleh pembicara. Inilah bukti bahwa pikiran bekerja tidak secara linier, tetapi beraktivitas secara kompleks.
Membentuk peta pikiran membutuhkan pencatatan yang berupa ringkasan pola-pola yang ‘tidak teratur’ dengan berbagai alat untuk mengaktifkan otak bagian kiri dan baian kanan seperti tanda-tanda, bentuk geometris, tiga dimensi artistik, gambar kreativ, garis-garis simbol, irama visual dan warna.
Mempelajari buku ini akan ditunjukkan bagaimana membentuk peta pikiran, dengan manfaat tertentu misalnya untuk pidato dan artikel yang dibedakan dengan pada saat perkuliahan dan berbeda lagi pada saat untuk rapat. Bagian yang sangat praksis untuk dilaksanakan sehingga bagaikan sebuah workshop.
Diterbitkan di: Nopember 15, 2008
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.