Siapa yang bisa menentang kematian? Kalau malaikat pencabut nyawa sudah menghampiri kita, tak ada ruang lagi untuk
menghindarinya. Kematian menjadi wajib.
Suatu saat, ketika saya tengah menunggui kakak sakit dan menginap di rumah sakit, di sebelahnya seorang ibu sekitar 40 tahunan. Ia sakit berat dan mendekati ajal. Sanak famili ramai berdatangan. Salah satu di antara mereka, mencoba mengajari ibu itu agar bisa melafalkan nama Allah.
Allah...Allah...Allah
begitu semuanya yang hadir menuntun ibu itu. Tapi rupanya bukan mengikuti lafal itu, si ibu malah berteriak kopet..kopet...kopet (bahasa Tegal yang biasanya kata itu buat orang yang buang hajat belum bersuci.
Masyaallah. Ibu itu tak bisa melafalkan kata Allah. Namun teriakan kopet..kopet kian keras dan mengundang perhatian yang ada di rumah sakit. Tak lama kemudian, sang ibu itu tak lagi menghembuskan nafas.
Akhir hidup yang memilukan.
Buku yang ditulis Ustad Yusuf mansur ini sebagai referensi mengingat kematian, sekaligus mempersiapkan diri menyambut datangnya maut.
Anda jangan mengalami tragedi kopet!