Bersikaplah jujur dan terbuka tentang diri Anda sendiri dan orang lain mengenai kebutuhan Anda. Penuhi dahulu kebutuhan dasar Anda sebelum Anda mencoba memotivasi diri untuk mengejar tujuan yang lebih tinggi. Kejarlah tujuan Anda yang lebih tinggi Anda seteah Anda memenuhi kebutuhan dasar.
Ketika satu hal telah kita penuhi, maka pada umumnya kita akan maju terus ke tujuan berikutnya. Kita tak bisa termotivasi dengan mudah untuk kategori yang lebih tinggi dari keadaan kita sekarang (membeli ban mobil baru ketika kita kelaparan), ataupun dari kategori yang lebih rendah dari kita sekarang. Mulai dan akhiri hari-hari Anda dengan memasukkan input positif dan menyenangkan ke dalam pikiran, seperti misalnya kata-kata atau cerita
motivasi.
Jangan berharap satu guru akan memberi semua jawaban pada Anda. Pastikan mereka mempraktikkan apa yang mereka ajarkan, dan pastikan juga mereka tidak terjebak pada satu akar ideologi.
Tiap kali harga diri Anda tergoyahkan, luangkan waktu untuk memperbaikinya dengan cara yang tepat (minum minuman ringan bersama teman, dll). Berkumpullah dengan orang-orang yang punya hasrat untuk menghadapi tantangan. Kesuksesan dibangun di atas kemampuan yang baik untuk mensinkronkan tantangan dan peluang.
Rasa takut – belajarlah mengendalikan respon Anda terhadap rasa takut, sehingga Anda dapat mengklaim kembali kuota penuh untuk keberanian alamiah Anda. Adalah pilihan Anda sendiri apakah Anda punya lebih banyak atau lebih sedikit keberanian dari orang lain.
Energi - gunakan dan nilailah secara ekonomis. Hematlah energi dengan naik kereta, bukannya stress karena mengemudi sendiri. Ketahui sinyal peringatan personal Anda untuk tingkat stress, ketidaksabaran, dll. (stres menghabiskan energi lebih banyak dari pada hampir semua hal lainnya). Manfaatkan ritme dari daur energi diri Anda sendiri sebaik-baiknya.
Konsentrasi – berlatihlah membuat diri Anda fokus dan santai di mana tubuh Anda bebas dari ketegangan dan pikiran Anda bersih dan penuh energi. Ingatkan diri Anda bahwa lingkungan yang lebih baik adalah sebuah bonus, bukannya kondisi yang penting untuk mencapai konsentrasi. Waspadalah akan jangka waktu konsentrasi Anda, dan bersiaplah untuk menyesuaikan prioritas Anda sesuai dengan hal tersebut.
Berlatih konsentrasi —berhitung mundur dari 50, segera setelah pikiran Anda mulai berkeliaran, kembali lagi ke 50 dan mulai lagi sampai Anda bisa konsentrasi. Pengambilan keputusan – terimalah bahwa pengambilan keputusan itu bisa membuat kita stres. Ingat-ingat keputusan bagus Anda sebelumnya, untuk meningkatkan kepercayaan terhadap diri Anda sendiri. Berpikirlah dan buat peta pikiran untuk membantu proses logis.
Intuisi – buat kebiasaan untuk mendengarkan, dan perhatikan reaksi intuitif Anda ketika Anda harus membuat keputusan. Cocokkan dengan posisi logis Anda, dan gunakan informasi tersebut untuk menentukan apakah intuisi Anda dapat dipercaya.
Individualitas – tanyalah diri sendiri secara teratur, apakah Anda menjadi diri sendiri. Ingatlah bahwa orang-orang yang banyak memberi kontribusi adalah orang yang individualis. Terimalah konflik sebagai cara untuk menemukan individualitas diri Anda dan orang lain. Sinyal tindakan – ini adalah gejala yang Anda rasakan bahwa Anda harus melakukan tindakan dengan segera. Ini adalah beberapa sinyal tindakan dan ringkasan singkat tentang saran penulis sebagai solusi:
Rasa bersalah – cobalah mengerti standar personal mana yang telah Anda ingkari, berjanjilah untuk memperbaikinya sebaik mungkin dan untuk tidak mengulanginya lagi.
Frustasi – akui bahwa Anda bisa melakukan yang lebih baik dan gunakan pendekatan yang baru. Rasa kecewa – akui bahwa Anda telah dikecewakan, periksa kembali tujuan dan harapan Anda bersama pilihan lain
Ketidakcukupan – terimalah bahwa keahlian Anda kurang sesuai dengan pekerjaan, rencanakan untuk meningkatkannya.
Kemarahan – aturan Anda telah Anda langgar, periksa kembali aturan Anda dan putuskan apakah aturan tersebut sesuai.
Kesepian – kebutuhan akan koneksi yang lebih banyak dengan orang.
Mengkritisi diri – buat sesi pendek untuk mengkritisi diri menjadi kebiasaan Anda sehari-hari: Memafkan diri sendiri – memaafkan diri sendiri secara teratur itu penting karena diri Anda terus berubah dan berkembang, dan tak mungkin melakukannya tanpa melakukan banyak kesalahan. Diri kita bergantung pada tingkat ketinggian harga diri, dan kita tak mampu menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menyesali kesalahan. Rasa bersalah merusak sistem ketahan tubuh kita. Reward jauh lebih efektif daripada hukuman.
Ketegasan – setelah Anda berpikir tentang konsekuensi yang mungkin dari bersikap langsung dan terbuka tentang apa yang Anda pikirkan dan rasakan, Anda juga bisa memilih untuk tidak bersikap tegas.
Teknik fogging (kabut) - ini berarti membiarkan orang lain berpikir bahwa mereka mungkin benar- "Anda mungkin benar, saya mungkin sedikit egois" (katakan pada diri sendiri bahwa Anda tahu Anda adalah orang yang murah hati). Jika Anda merasa kemarahan Anda naik, segera putuskan untuk menjauh dari orang atau situasi yang membuat Anda marah sampai Anda bisa mengendalikan emosi. Sembunyikan perasaan Anda hanya saat situasi mendesak, dan selalu hadapi kembali perasaan tersebut lain waktu.
Kegagalan adalah guru – guru yang kasar, mungkin, tapi juga terbaik karena Anda bisa berkecil hati atau belajar darinya, kata Thomas Watson dari IBM. Hilangkan kata kegagalan dalam kamus Anda, gunakan alternatif seperti ‘kemunduran sementara,'' ''tantangan,'' ''pengalaman pembelajaran,'' dan lain lain. Kemungkinan kita untuk mencapai tujuan kita akan lebih besar dengan adanya pemicu emosi yang kuat. Simpan selalu pengingat simbolis tentang visi Anda dalam penglihatan, untuk mengingatkan diri Anda sendiri akan apa yang sedang Anda perjuangkan. Berpikirlah besar ketika Anda melakukan hal-hal kecil, sehingga hal tersebut dapat menuju ke arah yang benar. Akhirnya, sang pengarang mengatakan pada kita untuk berjuang akan beberapa hal dalam hidup yang ideal untuk mencapai kepuasan diri. Berpikir visioner tanpa hanya bermimpi semata, kebutuhan tanpa kerakusan yang egois, dan masih banyak lagi.
Resensi lain tentang Motivasi Diri