Inilah buku provokatif yang sempat menghebohkan daratan Eropa awal tahun lalu. Dimana, di sela-sela buku yang menganjurkan bekerja keras dalam menempuh karier, penulis buku ini justru mendobrak dan mengejutkan agar kerja cerdas dengan hasil yang baik, tanpa harus menerima hukuman dari atasan. Menurut buku ini, kerja adalah kebaikan universal yang akan selalu ada. Jika telah mendapat kesempatan pekerjaan, bekerjalah sebaik-baiknya. Jangan hitung waktu lelah.
Curahkan semua kemampuan untuk mendapatkan pekerjaan dan jabatan yang mapan. Juga gaji yang besar. Selama bekerja, harus ikuti aturan main. Dalam bisnis, semua orang mendapat kesempatan yang sama. Jadilah orang yang patuh dan penurut. Lebih baik salah bersama dalam kelompok dari pada benar sendiri. Domba yang dimakan mangsa, biasanya yang keluar dari rombongan. Jangan selalu memikirkan apa yang dilakukan, seriuslah bekerja. Ingatlah, pelajari kredo manajemen. Jangan berpikir tentang struktur, fungsi, karier, administrasi, hirarki dan status.
Hal itu tidak terlalu penting dari pada gaji setiap bulan. Selain perintah konvensional itu, ada perintah paling kontroversi ditulis. Misalnya, bekerja berarti digaji. Luangkan waktu untuk santai. Ingat, penilaian bukan pada cara melakukan pekerjaan, tetapi bagaimana kemampuan untuk patuh pada pimpinan. Jangan terlalu hirau dengan humor garing, senyuman hangat tetapi hanya sebatas bibir. Bukan ketulusan dari hati.Seluruh pandangan dan pembinaan adalah hal yang menggelikan bagi mereka yang tahu akan masa depan.
Biasanya hanya untuk sebuah proses pembodohan. Penulis buku ini meminjam kata-kata Stalin, kematian akan selalu menang. Buku ini patut dibaca oleh mereka yang sedang meniti karier dimana pun berada. Dimana, akan tumbuh pengetahuan baru tentang sebuah pekerjaan, bukanlah semata-mata harus dikerjakan. Jauh dari itu, butuh penghayatan dan mencintainya. Dengan demikian, hasilnya akan baik dan cemerlang. Selamat membaca.<>
Abstrak lain tentang Kerja Santai Hasil Oke