KOMITMEN TERHADAP GOAL
Summary rating: 5 stars
1 Tinjauan
Kunjungan
:
26
kata:
600
Diterbitkan di: Februari 23, 2008
Lomba
marathon
internasional
1986
di New
York
diikuti
ribuan
pelari
dari
seluruh
dunia.
Lomba
ini
berjarak
42
km.
mengelilingi
kota
New
York.
Jutaan
orang
di
seluruh
dunia
menyaksikan
acara
ini
melalui
televisi
secara
langsung. Ada
satu
orang
peserta
yang
menjadi
pusat
perhatian
di
lomba
tersebut,
yaitu
Bob
Willen.
Bob
seorang
veteran
perang
Vietnam.
Ia
kehilangan
kedua kakinya
karena
terkena
ranjau
saat
perang.
Untuk
berlari,
Bob
menggunakan
kedua
tangannya
untuk
melemparkan
badannya
kedepan. Lomba
pun
dimulai.
Ribuan
orang
mulai berlari
secepat
mungkin
ke garis finish.
Wajah
mereka
menunjukkan
semangat
yang
kuat.
Para
penonton
terus
bertepuk
tangan
mendukung
para
pelari.
5
km
telah
berlalu.
Beberapa
peserta
mulai
kelelahan,
mulai
berjalan
kaki.
10
km
berlalu.
Saat
ini
mulai
nampak
siapa
yang
mempersiapkan
diri
dengan
baik,
dan siapa
yang
hanya
sekedar
ikut
untuk
iseng-2.
Beberapa
yang
kelelahan
memutuskan
untuk
berhenti
dan
naik
ke
bis
panitia. Sementara
hampir
seluruh
peserta
telah
berada di
kilometer
ke-5
hingga
ke-10,
Bob
Willen
masih
berada
di
urutan
paling
belakang,
baru
saja
menyelesaikan
kilometernya
yang
pertama.
Bob
berhenti
sejenak,
membuka
kedua
sarung
tangannya
yang
sudah
koyak,
menggantinya
dengan
yang
baru,
dan
kemudian
kembali
berlari
dengan
melempar-lemparkan
tubuhnya
kedepan
dengan
kedua
tangannya. Ayah
Bob
yang
berada
bersama
ribuan
penonton
lainnya
tak
henti-hentinya
berseru
"Ayo
Bob!
Ayo
Bob
!
Berlarilah
terus".
Karena
keterbatasan
fisiknya,
Bob
hanya
mampu
berlari
sejauh
10
km
dalam
satu
hari.
Di
malam
hari,
Bob
tidur
di
dalam
sleeping
bag
yang
telah
disiapkan
oleh
panitia
yang
mengikutinya. Empat
hari
telah
berlalu,
dan
kini
adalah
hari
kelima
bagi
Bob
Willen.
Tinggal
dua
kilometer
lagi
yang
harus
ditempuh.
Hingga
suatu
saat,
hanya
tinggal
100
meter
lagi
dari
garis
finish,
Bob
jatuh
terguling.
Kekuatannya
mulai
habis.
Bob
perlahan-2
bangkit
dan
membuka
kedua
sarung
tangannya.
Nampak
di
sana
tangan
Bob
sudah
berdarah-darah.
Dokter
yang
mendampinginya
sejenak
memeriksanya,
dan
mengatakan
bahwa
kondisi
Bob
sudah
parah,
bukan
karena
luka
di
tangannya
saja,
namun
lebih
ke
arah
kondisi
jantung
dan
pernafasannya. Sejenak
Bob
memejamkan
mata.
Dan
di
tengah2
gemuruh
suara
penonton
yang
mendukungnya,
samar-samar
Bob
dapat
mendengar
suara
ayahnya
yang
berteriak
"Ayo
Bob,
bangkit
!
Selesaikan
apa
yang
telah
kamu
mulai.
Buka
matamu,
dan
tegakkan
badanmu.
Lihatlah
ke
depan,
garis
finish
telah
di
depan
mata.
Cepat
bangun
!
Jangan
menyerah!
Cepat
bangkit
!!!" Perlahan
Bob
mulai
membuka
matanya
kembali.
Garis
finish
sudah
dekat.
Semangat
membara
lagi
di
dalam
dirinya,
dan
tanpa
sarung
tangan,
Bob
melompat-
lompat
ke
depan.
Dan
satu
lompatan
terakhir
dari
Bob
membuat
tubuhnya
melampaui
garis
finish. Saat
itu
meledaklah
gemuruh
dari
para
penonton
yang
berada
di
tempat
itu.
Bob
bukan
saja
telah
menyelesaikan
perlombaan
itu,
Bob
bahkan
tercatat
di
Guiness
Book
of
Record
sebagai
satu-satunya
orang
cacat
yang
berhasil
menyelesaikan
lari
marathon.
Di
hadapan
puluhan
w
Resensi lain tentang KOMITMEN TERHADAP GOAL