.

Motivasi Diri

Summary rating: 4 stars 5 Tinjauan
Pengarang : -
Review by : SaifulKhamisi
Kunjungan : 325  kata: 600   Diterbitkan di: Februari 21, 2008
BENIHSuatu
ketika,
ada
sebuah
pohon
yang
rindang.
Dibawahnya,
tampak
dua
orang
yang
sedang
beristirahat.
Rupanya,
ada
seorang
pedagang
bersama
anaknya
yang
berteduh
disana.
Tampaknya
mereka
kelelahan
sehabis
berdagang
Di
kota.
Dengan
menggelar
sehelai
tikar,
duduklah
mereka
dibawah
pohon
yang
besar
itu. Angin
semilir
membuat
sang
pedagang
mengantuk.
Namun,
tidak
demikian
dengan
anaknya
yang
masih
belia.
"Ayah,
aku
ingin
bertanya..."
terdengar
suara
yang
mengusik
ambang
sadar
si
pedagang.  "Kapan
aku
besar,
Ayah?
Kapan
aku
bisa
kuat
seperti
Ayah,
dan
bisa
membawa
dagangan
kita
ke
kota?" "Sepertinya",
lanjut
sang
bocah,
"Aku
tak
akan
bisa
besar.
Tubuhku
ramping
seperti
Ibu,
berbeda
dengan
Ayah
yang
tegap
dan
berbadan
besar.
Kupikir,
aku
tak
akan
sanggup
memikul
dagangan
kita
jika
aku
tetap
seperti
ini." 
Jari
tangannya
tampak
mengores-gores
sesuatu
di
atas
tanah.
Lalu,
ia
kembali
melanjutkan,
"Bilakah
aku
bisa
punya
tubuh
besar
sepertimu,
Ayah? Sang
Ayah
yang
awalnya
mengantuk,
kini
tampak
siaga.
Diambilnya
sebuah
benih,
di
atas
tanah
yang
sebelumnya
di
kais-kais
oleh
anaknya.
Diangkatnya
BENIH
itu
dengan
ujung
jari
telunjuk.
Benda
itu
terlihat
seperti
kacang
yang
kecil,
dengan
ukuran
yang
tak
sebanding
dengan
tangan
pedagang
yang 
besar-besar.
Kemudian,
ia
pun
mulai
berbicara. "Nak,
jangan
pernah
malu
dengan
tubuhmu
yang
kecil.
Pandanglah
pohon
besar
tempat
kita
berteduh
ini.
Tahukah
kamu,
batangnya
yang
kokoh
ini,
dulu
berasal
dari
benih
yang
sekecil
ini.
Dahan,
ranting
dan
daunnya,
juga
berasal
dari
benih
yang
Ayah
pegang
ini.
Akar-akarnya
yang
tampak
menonjol,
juga
dari
benih
ini.
Dan
kalau
kamu
menggali
tanah
ini,
ketahuilah,
sulur-sulur
akarnya 
yang
menerobos
tanah,
juga
berasal
dari
tempat
yang
sama. Diperhatikannya
wajah
sang
anak
yang
tampak
tertegun.
"Ketahuilah
Nak,
benih
ini
menyimpan
segalanya.
Benih
ini
menyimpan
batang
yang
kokoh,
dahan
yang
rindang,
daun
yang
lebar,
juga
akar-akar
yang
kuat.
Dan
untuk
menjadi
sebesar
pohon
ini,
ia hanya
membutuhkan
angin,
air,
dan
cahaya
matahari
yang
cukup.
Namun
jangan
lupakan
waktu
yang
membuatnya
terus
bertumbuh.
Pada
mereka
semualah
benih
ini
berterima
kasih,
karena
telah
melatihnya
menjadi
mahluk
yang
sabar."
"Suatu
saat
nanti,
kamu
akan
besar
Nak.
Jangan
pernah
takut
untuk
berharap
menjadi
besar,
karena
bisa
jadi,
itu
hanya
butuh
ketekunan
dan
kesabaran." Terlihat
senyuman
di
wajah
mereka.
Lalu
keduanya
merebahkan
diri,
meluruskan
pandangan
ke
langit
lepas,
membayangkan
berjuta
harapan
dan
impian
dalam
benak. Tak
lama
berselang,
keduanya
pun
terlelap
dalam
tidur,
melepaskan
lelah
mereka
setelah
seharian
bekerja.

Resensi lain tentang Motivasi Diri
Motivasi Diri  oleh  -    2008 
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------