Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, cet IX - 2002. 184 hlm.
Daftar Isi
Pendahuluan: kita semua harus
berbicara 1. Berbicara satu lawan Satu
2. Memecah kebekuan
3. Pembicaraan sosial
4. Delapan hal yang dimiliki
Pembicara terbaik
5. Percakapan trendi
dan ketepatan bahasa politis
6. Pembicaraaan bisnis
7. Tamu-tamu terbaik dan terburuk saya serta alasan-alasannya
8. Blooper dan cara mengatasinya
9. Saya harus berbuat apa? Teknik berpidato
10. Lagi? Lebih jauh tentang pembicaraan publik
11. Perlakuan kejam dan luar biasa – teknik bertahan di radio dan televisi
12. Pembicaraaan masa depan.
Larry King adalah salah seorang pembicara dan pemandu acara bincang-bincang (talkshow) terkenal CNN, The Larry King Show. Dalam buku ini Larry berbagi panduan, tips dan trik dalam berbicara,
baik itu sebagai pembicara biasa ataupun sampai pada presentasi bisinis. Kepada satu orang
atau bahkan ratusan orang. Meskipun berlatar belakang talkshow, semua tips-tips yang disampaikan Larry dapat juga diterapkan dalam percakapan sehari-hari
Pada bagian 1 sampai 4, Larry memberikan dasar-dasar dalam melakukan pembicaraan, baik itu di media maupun percakapan sehari hari. Menurut Larry, ada 4 dasar dalam membuat sebuah percakapan yang berhasil, yaitu: kejujuran, sikap yang benar, minat terhadap orang lain, membuka diri sendiri.
Kejujuran dalam arti kita harus dapat memberitahu lawan bicara, baik itu perserorangan maupun pendengar akan situasi kita.
Dengan begitu kegugupan, akan jauh berkurang.
Sikap yang benar yaitu kemauan berbicara. Meskipun pada awalnya terasa kaku, atau
tidak enak. Berlatihlah untuk berbicara kapan saja. Berlatihlah menggunakan kata-kata atau kalimat-kalimat yang mungkin nantinya akan anda pergunakan dalam pembicaraan di depan cermin atau jika anda memiliki hewan peliharaan, berlatihlah dihadapannya, dengan begitu anda bisa lebih nyaman dan dijamin tidak akan ada bantahan atau interupsi.
Minat terhadap orang lain. Anda tidak akan dapat berbicara dengan sukses pada orang-orang jika mereka menganggap anda tidak tertarik pada apa yang mereka katakan atau anda tidak mengahargai mereka.
Membuka diri sendiri. Ini berkaitan dengan poin pertama, bahwa anda harus seterbuka dan sejujur teman bicara anda. Ini tidak berarti anda harus berbicara tentang diri anda sepanjang waktu atau membocorkan rahasia-rahasia pribadi. Seandainya saya penggagap, akan saya katakan “S-s-senang b-berkenalan d-de-dengan anda. N-n-nama saya Larry King. S-s-saya mempunyai masalah g-gagap, tapi saya s-senang bercakap-c-cakap dengan anda”. Anda telah menunjukkan keadaan diri anda. Anda tidak perlu khawatir bebrbicara kepada orang itu karena anda telah menceritakan situasi anda, yang bagaimanapun akan segera mereka ketahui. Itu tidak akan menyembukan gagap anda, tetapi akan membantu anda menjadi pembicara yang lebih baik.
Selanjutnya pada bagian 2, Larry memberikan petunjuk bagaimana cara memecah kebuntuan ketika akan bercakap-cakap dengan orang asing. Misalnya, sebaiknya menghindari memulai percakapan dengan pertanyaan yang bersifat “Ya/Tidak”. Contohnya. Topik mengenai cuaca, pertanyaan “apakah cuaca yang gerah ini mengganggu?” hanya akan mendapatkan jawaban “ya/tidak” tetapi dengan topik yang sama namun gaya yang berbeda misalnya “musim panas yang kita alami membuat saya berpikir, adakah sebab tertentu yang menimbulkan cuaca panas ini? Bagaimana menurut anda?” tentu akan menghasilkan jawaban yang jauh lebih baik. Larry juga menekankan bahasa tubuh yang wajar. Karena jika memaksakan diri berpose secara tidak alami, anda akan menjadi tidak nyaman dan sangat menggelikan. Dan kalau anda merasa tidak enak, anda akan terkesan berbohong, meski sebenarnya tidak.
Selanjutnya, Larry menekankan hukum pertama percakapan adalah MENDENGARKAN. Untuk menjadi pembicara yang baik, anda harus menjadi pendengar yang baik. Mendengarkan dengan seksama, akan dapat membantu anda memberi respon lebih baik.
Pada bagian 3, Pembicaraan sosial. Larry berbagitips cara menghadapi beberapa situasi dalam kehidupan sosial. Mulai dari memulai percakapan di sebuah pesta pernikahan hingga berbicara dengan seorang tokoh.
Pada bagian 4 dikemukakan beberapa ciri-ciri pembicara terbaik. Menurut Larry ada delapan hal yang menjadi ciri-ciri pembicara yang baik, yaitu memandang suatu hal dari sudut baru, mempunyai pengetahuan yang luas, antusias, tidak pernah membicarakan diri sendiri, sangat ingin tahu, memberi ketegasan, memiliki selera humor, dan memiliki gaya bicara sendiri.
Pada bagian-bagian selanjutnya Larry King memberikan tips dalam menghadapi beberapa situasi spesifik. Misalnya, ketika melakukan blooper atau salah ucap, memberikan presentasi, wawancara kerja, atau ketika menjadi pembicara publik.
Secara keseluruhan, buku ini ditulis dengan gaya bahasa yang ringan diselingi humor sehingga mudah diikuti. Larry juga memberikan contoh-contoh kongkrit dari pengalaman pribadinya sebagai seorang pembawa acara maupun pembicara.
Resensi lain tentang Seni berbicara kepada siapa saja, kapan saja, di mana saja.