Judul : Meniru
kreativitas Tuhan , Julia Cameron
dan Mark Bryan.
Julia Cameron menyediakan cara untuk mengatasi kreativitas macet atau gagasan terhenti. Judul aslinya
adalah The Artist’s way : A Spiritual Path to Higher Creativity, tapi kiatnya bisa diterapkan untuk semua orang di segala bidang, bukan hanya untuk seniman.
Prinsip dasarnya Tuhan adalah sang pencipta yang maha kreatif dan terus menerus mencipta. Tuhan adalah sumber kreativitas bagi manusia. Ada enerji kreatif yang disebut listrik spiritual. Apabila manusia mampu mengaksesnya maka kreativitas akan bangkit. Manusia harus berusaha menggapai Tuhan untuk menjadi saluran penciptaan dari Tuhan.
Ada dua cara untuk mengalirkan kreativitas. Pertama membuat catatan pagi dan kedua piknik seniman. Buatlah catatan setiap pagi sepanjang tiga halaman. Isinya apa saja yang ada
dalam pikiran. Ia bisa ditulis dengan cerdas atau tidak, dengan emosional atau tidak. Apapun, apa adanya. Singkirkan
rasa terlalu sepele, terlalu sederhana, terlalu konyol dan segala macam kekuatiran lain. Cara ini akan mengatasi sensor yang ada di otak kiri yang selalu berpikir pesimis walaupun logis. Ini akan mengatasi sensor yang menjadi kendala. Menulislah setiap hari dalam keadaan apapun. Bahkan jika yang ditulis adalah tentang tidak bisa menulis. Ini akan membawa kita ke seberang, ke sisi lain dari rasa takut, pikiran negatif dsb. Kita akan melewati sensor dan berada di luar jangkauannya. Di sini kita akan mendengar suara sang pencipta dan suara kita sendiri.
Catatan pagi akan mengembangkan otak
seni jadi efeknya seperti meditasi. Ini adalah cara bertemu dengan kreativitas dan pencipta kita. Jadi ia untuk siapa saja dalam profesi apa saja.
Cara kedua adalah piknik seniman. Sediakan waktu dua jam seminggu untuk melakukan piknik sendirian ke suatu tempat di mana tidak ada gangguan. Atasi segala penolakan. Tujuannya mendengarkan kata seniman kecil yang ada di dalam kita. Ini adalah cara kita berhubungan dengan dan merawat kreativitas. Ini adalah cara membuka diri terhadap wawasan, inspirasi dan bimbingan.
Selain itu ada duabelas tahap untuk memulihkan kreativitas yang bisa dilakukan selama duabelas minggu. Tahap pertama,
pulihkan rasa aman. Ini adalah langkah untuk mengatasi kepercayaan negatif atau pesimisme yang menjadi kendala. Setelah itu kembangkan sisi positif seperti senjata peneguh. Ini akan membantu meraih harapan dan rasa aman. Peneguhan akan memperkuat kreativitas.
Kedua pulihkan rasa beridentitas. Tujuannya mendorong anda masuk dalam identitas anda sejati. Hubungan dengan Tuhan telah membuat anda kreatif. Jaga jarak dari enerji negatif agar kreativitas tetap mengalir. Jauhi orang yang berpengaruh negatif. Kendalikan musuh dalam diri anda sendiri seperti keraguan. Fokuskan perhatian pada sesuatu hal.
Ketiga pulihkan rasa berdaya. Amarah harus dimanfaatkan sebagai enerji pendorong. Doa akan membimbing mimpi manusia. Keselarasan juga akan ditemui yang akan mengarahkan kita ke sesuatu tujuan. Malu adalah rem bagi perkembangan kreativitas, jadi malu harus dikendalikan. Jangan sampai kita dikuasai rasa malu sehingga terhambat. Jadi cari lingkungan yang mendukung agar tidak membangkitkan malu dan sebagainya yang mematikan karya. Ketrampilan menerima kritik juga harus dikembangkan sehingga akan konstruktif.
Keempat pulihkan rasa berintegritas. Masuklah ke dalam diri anda untuk mengenali identitas dan potensi kreatif anda. Ekspresikan mimpi dan identitas anda.
Kelima pulihkan rasa kemungkinan. Eksplorasilah kemungkinan yang tak terbatas. Kita punya sumber tak terbatas. Tapi juga ada perangkap yang harus diwaspadai.
Keenam pulihkan rasa keberlimpahan. Eksplorasi sikap anda tentang uang dan harta. Anda tidak perlu kuatir dengan uang karena sebenarnya Tuhan sudah mencukupi rejeki kita. Yakinlah bahwa sebenarnya manusia hidup dalam kemakmuran dan kemurahan Tuhan. Tugas manusia adalah berkarya.
Ketujuh pulihkan rasa bersambungan. Buka diri terhadap mimpi anda, terhadap ciptaan Tuhan. Anda menemukan bukan menciptakan karya seni atau yang bukan seni. Anda akan menemukan kreasi Tuhan di alam semesta. Pemberian Tuhan bisa apa saja – buku, film, gagasan dsb. Perhatikan hal hal seperti perfeksionisme, resiko, dan iri hati agar jangan mengganggu proses kreatif.
Kedelapan pulihkan rasa berkekuatan. Atasi kendala kreativitas. Eksplorasi konsep waktu agar tidak kuatir dengan waktu. Jangan kuatir terlalu tua, terlambat dsb. Kreativitas tidak peduli waktu, dia bisa bangkit kapan saja. Ambil langkah kecil tapi nyata dan efektif. Segera bertindak, tidak sekedar bermimpi.
Kesembilan pulihkan rasa kasih sayang. Atasi kendala kreativitas dari dalam diri seperti takut berkreasi, takut gagal dsb, dengan memberi kasih sayang kepada seniman kecil di dalam. Bangkitkanlah antusiasme. Antusiasme adalah enerji abadi bagi kehidupan. Seniman kecil harus diajak berkreasi seperti bermain bukan bekerja. Hindari disiplin militer untuk memaksa kreatif. Putar haluan kreatif untuk menghindari sandungan. Cara ini untuk mengatasi kegagalan yang bisa menghambat. Hancurkan semua hambatan dari dalam maupun luar agar bisa berkarya. Maafkanlah diri anda atas segala kegagalan.
Kesepuluh pulihkan rasa melindungi diri. Ada bahaya yang merintangi kreativitas. Ada hal spiritual yang menjadi racun seperti penyalahgunaan makanan, minuman seperti alkohol, seks dsb. Kenalilah mereka agar anda bisa terhindar. Gila kerja juga menjadi belenggu. Ada juga musim kemarau ketika semua kering. Popularitas juga racun lain. Demikian juga kompetisi.
Kesebelas pulihkan rasa otonomi. Fokuslah pada otonomi seni dan menerima keadaan diri sebagai seniman. Menerima apa adanya adalah juga memfasiltasi kreativitas. Olah raga bisa membawa kita ke sumber batiniah. Gagasan akan mengalir. Buatlah altar seniman di mana saja di mana anda bisa mengontak sumber kreasi.
Keduabelas pulihkan rasa berkeyakinan. Lepaskan kekangan. Yakinlah bahwa anda hidup, kaya, bahagia, dan ada jalan di depan yang akan terbuka. Pasrahlah karena kreativitas mengandung misteri dan datang diliputi misteri. Gagasan berkembang dalam misteri. Jadi yakin saja. Lakukan hobi seperti berkebun, yang akan mendatangkan keuntungan spiritual.
Dalam epilog, jalan seniman adalah sebuah pengembaraan spiritual, ziarah dan mudik ke dalam diri. Anda akan mendapatkan sesuatu jika anda mendengarkannya.
Bukankah yang disarankan Julia ini adalah Iqra alias membaca isyarat dari Allah ?
*
Resensi lain tentang Meniru Kreativitas Tuhan