A
Child called “IT”: Sebuah Kisah
NyataPerjuangan seorang
anak untuk berjuang
hidup
Wah
buku yang sangat dalem buat gua,
apalagi sekarang
kita sering liat di berita2 di tv dan di koran
banyak sekali terjadi kekerasan terhadap anak. Belum lama
ini g liat
anak yang di siksa ibunya dia di kurung di kamar mandi setiap ibunya
pergi bekerja tanpa di kasih makan, trus jadi inget sama bukunya di
David.
Buku “A Child Called “IT””
ceritain kehidupan si David dari umur 4 tahun sampe umur 12 tahun
yang di siksa oleh ibunya sendiri. Saking terkesannya gua sama cerita
ini sampe2 setelah baca halaman pertama gua gak
bisa berhenti
membacanya sampe halaman terakhir buku ini. Rekor g baca buku ya buku
ini gua baca sore selesai malam gila cuma perlu waktu setengah hari
buat ngebacanya. Saking g kasian sama di David ini kok bisa2nya ibu
kadungnya sendiri nyiksa anaknya seperti itu, seolah2 di David kaya
bukan manusia. David gak pernah di kasih makan malah di siksa setiap
hari. Setiap Hari...
Buku ini adalah buku pertama dari 3
Trilogi kehidupan David. Gua cuma punya buku ini maklum belinya di
pinggir jalan. Hehehe jadi serial keduanya yg di beri judul “The
Lost Boys” dan ketiganya “A Man Named Dave” gua belom beli dan
baca.
Seperti komentarnya OM Jack Canfield,
buku ini bisa jadi bacaan wajib buat anak2 yang telah mengalami
penyiksaan anak (Child
Abuse), dan semoga mereka bisa mengambil
hikmad yang sebesar2nya dari pengalaman David yang bisa bertahan
hidup dari neraka dunia dan menjadi orang yang sukses di dunia ini di
kemudian hari.
Semoga buku ini MENGINSPIRASI Anda.
Salam selalu, dD
“A Chili
Called ‘it’ sangat mencekam—saya
maupun staf saya tidak bisa meletakkannya sebelum membacanya sampai
selesai! Kisah yang dipaparkan Dave Pelzer ini tidak semata-mata mau
menunjukkan kondisinya yang mengenaskan sekaligus mengancam hidupnya,
tetapi kisah ini lebih-lebih mau menunjukkan keteguhan hatinya yang
tak tergoyahkan yang bisa menjadi inspirasi bagi kita semua. Dave
menjadi contoh yang hidup, yang menyadarkan kita bahwa kita pun punya
kemampuan untuk mengembangkan diri dalam situasi yang buruk
sekalipun. Hidup seseorang akan berubah bila ia hidup dengan
inspirasi yang terkandung dalam A Child
Called ‘it’.” Jack Canfield,
penulis Chicken Soup for the Soul
Dewasa ini
semakin sering kita mendengar peristiwa child
abuse—penyiksaan anak. Film-film dan
artikel-artikel di majalah-majalah yang mengupas persoalan itu
semakin banyak beredar, namun kasus-kasus di situ sering dipaparkan
secara sensasional sehingga kita semakin tidak paham apa dan
bagaimana sesungguhnya child abuse itü,
apa yang sesungguhnya dialami dan diderita oleh anak yang menjadi
korbannya. Buku ini membuka wawasan kita, mencerahkan, dan mendidik.
David mengajak kita ikut mengalami rasa takutnya, rasa kekalahannya,
rasa kesendiriannya, rasa sakitnya, dan rasa marahnya, sampai pada
harapan terakhirnya. Dengan masuk ke dalam alur itu, menjadi jelas
bagi kita betapa menyakitkannya dunia gelap yang diderita anak-anak
korban child abuse. Bahkan
secara lebih detil, kita bisa merasakan tangisan anak-anak itu
melalul mata, telinga, dan badan David Pelzer. Dengan membaca buku
ini kita juga bahkan bisa merasakan keteguhan hati David untuk keluar
dan siksaan yang tak kunjung henti menuju kemenangan.
Resensi lain tentang A Child Called It: One Child''s Courage to Survive