• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

.

The Great Red Spot

oleh : Mizuna     

Pengarang : Amogh Dasguru
Ringkasan ini diterjemahkan dari The Great Red Spot

Apa kalian tahu mengapa terdapat noda merah pada planet Jupiter? Para ilmuwan mengatakan bahwa hal tersebut dikarenakan
oleh angin topan yang melanda Jupiter. Hal tersebut mengakibatkan sesuatu terjadi. Di planet nun jauh di sana, komputer adalah tuan. Planet tersebut bernama Tech. Seperti halnya manusia menggunakan komputer untuk kepentingan mereka sendiri, di planet Tech, komputer menggunakan manusia. Manusia-manusia ini sama seperti manusia yang ada di bumi. Mereka hidup. Namun, mereka diperalat seperti benda mati. Manusia yang hidup di Tech disebut dengan Asmozax. Komputer yang ada di Tech memiliki fitur yang sama seperti komputer yang ada di bumi. Hanya saja, CPUnya terbelah menjadi setengah dan dipergunakan sebagai kaki, keyboard sebagai badan, dan monitor sebagai kepala. Mereka mempunyai kabel yang panjang dan fleksibel seperti ular sebagai tangan. Komputer-komputer tersebut disebut dengan Astinotex. Tanah di sana terbuat dari bahan metal. Otak Astinotex adalah miniatur robot yang berada di dalam kepala Astinotex itu sendiri. Walaupun Astinotex sangat pintar, mereka senang bermalas-malasan dan menyuruh Asmozax yang melakukan seluruh pekerjaan. Rumah-rumah Asmozax telah hancur akibat serangan virus dari otak mereka dan Astinotex hidup dengan nyaman. Astinotex memakan chip komputer sedangkan Asmozax hanya memakan sisa-sisanya saja. Mereka sudah mencoba memberontak melawan Astinotex demi meningkatkan kesejahteraan hidup mereka namun Astinotex terlalu kuat. Mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan. Sementara itu di bumi, tidak semua hal berjalan dengan baik. Perang berkecamuk di mana-mana. Seorang pemuda bernama Marcus memutuskan bahwa dia akan mencari planet lain dan hidup jauh dari pertumpahan darah yang ada di bumi. Dia membuat sebuah mesin khusus yang dapat berubah menjadi kendaraan apapun hanya dengan menekan tombol. Dia mengendarai mesinnya tersebut, yang ia namai Mosrin, ke luar angkasa. Dia berkelana siang dan malam. Dia menemukan Tech dan berpikir "Planet ini sepertinya berbeda dari planet lain yang pernah aku lihat selama ini. Biar aku lihat apakah seseorang  tinggal di sini atau tidak." Dia mendarat di sebuah tempat yang sepi, menekan sebuah tombol dan dalam sekejap pesawat luar angkasa itu berubah menjadi manusia yang tinggi besar. Marcus mengendarai ''manusia'' tersebut dan terkejut melihat logam di sekelilingnya. Setelah berjalan beberapa lama ia melihat sebuah rumah, namun ia sangat terkejut ketika ia sadar bahwa rumah tersebut dibuat dari mayat. Ia melihat makhluk-makhluk aneh, mereka adalah Astinotex yang berbahaya. Awalnya, Marcus menghampiri para Astinotex. Namun, sebelum ia dapat membuka mulutnya untuk berbicara, sebuah missile sebesar pohon menyerang mesinnya. Marcus menekan beberapa tombol dan dengan seketika mesin tersebut berubah menjadi jet tempur. Dia membalas serangan tersebut. Namun, Astinotex menyerang balik dengan missil yang bahkan jauh lebih mematikan dari sebelumnya. Mereka menembaki sebuah benda berbentuk kotak dan ketika benda tersebut datang ke arah pesawat, benda tersebut meledak dan dari dalamnya, keluar kabel-kabel. Kabel-kabel ini mengikat dan mengguncangkan pesawat seperti tikus. Kemudian, jet tersebut melayang ke arah desa Asmozax. Para Asmozax terkejut melihat sebuah jet menghampiri mereka. Ketika jet tersebut hampir jatuh ke tanah, benda tersebut  berhasil dikendalikan lagi dan mendarat dengan selamat. Setelah mendarat, Marcus mengubah jet tersebut menjadi mobil. Para Asmozax yang melihat seseorang begitu mirip dengan kaum mereka berkumpul mengelilingi pemuda itu. Marcus menanyakan perihal planet ini, makhluk-makhluk yang menyerangnya, dan meminta mereka menjelaskan siapa diri mereka. Para Asmozax pun menceritakan seluruhnya. Marcus sangat marah begitu dia tahu bahwa Asmozax ditindas oleh Astinotex. Dia memutuskan untuk membawa mereka ke bumi. Dia menunggu hingga malam bersama Asmozax. Ketika Astinotex sedang lengah, seluruh Asmozax yang ada di Tech berbicara pada teman-temannya dengan menggunakan mikor. Marcus kemudian tahu bahwa mikor adalah sebuah mesin yang mirip dengan walkie-talkie. Dengan benda tersebut, seseorang dapat memanggil siapa pun yang ada di jagad raya. Ketika seluruh Asmozax mengetahui bahwa Marcus berniat untuk menyelamatkan ras mereka, mereka mengirim sinar laser ke langit sebagai tanda bahwa mereka siap. Marcus mengubah Mosrin menjadi kapal luar angkasa dan berangkat. Setelah itu, dia mengubahnya menjadi pesawat raksasa sehingga para Asmozax dapat memasukinya. Setelah itu, mereka menuju bumi. Ketika Marcus melewati Mars, dia melihat sesuatu yang tidak pernah disangka. Ada lima satelit mengelilingi Mars. Dia mendapatkan pesan bahwa kaum Martian berniat mempekerjakan para Asmozx di planet mereka. Marcus menolak dan saat itu juga ia langsung disambut dengan hujanan asteroid. Marcus melanjutkan perjalanannya para dengan Martian yang terus menyerangnya. Dan kemudian kaum Astinotex bergabung dengan Martian. Mereka telah mengetahui hilangnya para Asmozax. Marcus dengan segera mengirim pesan kepada Houston di Texas untuk mengirim pasukan luar angkasa. Tidak lama kemudian, datanglah bala bantuan. Marcus bersama dengan tentara luar angkasa dari bumi berhasil mengalahkan Martian dan Astinotex. Ketika missile yang diluncurkan gagal mengenai sasaran, missile-missile tersebut jatuh di Jupiter. Hal ini menyebabkan permukaan Jupiter yang berlubang dan menghasilkan Great Red Spot.
Diterbitkan di: Mei 18, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.