Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Perahu Kertas

oleh: ChatarinaKomala     Pengarang : Dewi Lestari
ª
 
/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; font-size: 11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-fareast-font-family:"TimesNew Roman"; mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}

Perahu Kertas, Sebuah Analogi Mengikuti Alur

Mengalir mengikuti kemana arus air akan membawanya. Sebuah analogi sederhana yang hendak disampaikan oleh Dewi “Dee” Lestari dalam novel bergenre populer pertamanya yang berjudul, Perahu Kertas. Berbeda dengan novel-novel sebelumnya yang serius dan agak berat untuk dikonsumsi oleh pembaca pada umumnya, Perahu Kertas hadir dengan terobosan baru berupa bahasa serta alur cerita yang ringan, mudah dipahami, namun tetap menyimpan isi menarik dan berkualitas.

Penggarapan novel yang butuh sekitar 11 tahun untuk selesai ini rupanya bukan tanpa hasil. Alur cerita yang menyentuh, mengharu biru, dan terasa masih ‘manusiawi’ ini dapat membuat pembaca mengerti dan memahami apa sebetulnya makna dan pesan yang ingin disampaikan dalam novel ini. Cinta, Mimpi, Kenyataan, dan Kejujuran. Keempat hal itulah yang sebetulnya ingin disampaikan oleh Dee dalam novelnya yang berisi sekitar 444 halaman. Empat esensi dasar dari Perahu Kertas tersebut kemudian tersirat lewat penggarapan alur kedua tokoh utamanya yaitu Kugy dan Keenan, yang pada akhirnya memaksa mereka untuk ‘belajar’ menerima untuk melepaskan dan mengikuti arus layaknya sebuah perahu kertas.

Kugy. Seorang penyuka dongeng, pengkhayal, atraktif dan berantakan, sangat bermimpi untuk menjadi seorang juru dongeng, namun terbentur dengan realitas bahwa hidup harus dijalani secara realistis. Ia terpaksa harus meminggirkan mimpinya sementara. Keenan. Seorang seniman cerdas yang sangat menyukai melukis namun terjebak dalam sebuah alur yang memaksanya untuk berbalik arah lalu menjadi seseorang yang bukan dirinya. Keduanya kemudian saling bertemu dalam cara yang tidak disangka namun kembali dipersatukan oleh mimpi. Cinta lalu hinggap dalam diri masing-masing, namun terhalang oleh kejujuran yang sulit diungkapkan karena kenyataan yang selalu tidak sejalan dengan keinginan.

Kisah yang dipenuhi gelak tawa, persahabatan, pengorbanan, kepahitan serta kebahagiaan ini lantas menjadi suatu bahan bacaan yang sangat layak untuk dikonsumsi. Perahu Kertas yang secara simbolis menjadi sebuah analogi yang mengungkapkan pesan supaya setiap orang dapat menerima alurnya ini, lalu muncul sebagai sebuah penghubung antara Kugy dan mimpinya, serta Keenan. Pada akhirnya, pesan yang ingin disampaikan oleh Dee adalah belajar untuk menerima alur, seperti perahu kertas, yakni mengerti dan berhenti berlari, sekaligus belajar melepaskan.

Diterbitkan di: 05 Mei, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana cara ngebaca isi ceritanya...?? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.