Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Jejak Langkah

oleh: ronggoluwe     Pengarang : Pramoedya Ananta Toer
ª
 
Dalam sekuel ke-tiga tetralogi Buru ini, sang tokoh utama, Minke, semakin matang menjalani perjuangannya sebagai anak negeri jajahan yang berupaya menyebarkan nasionalismenya.

Minke pindah ke Batavia untuk melanjutkan sekolah dokter pribumi di Stovia. Di kota ini Minke berkenalan dengan Teer Haar, seorang jurnalis bangsa Eropa yang membawanya dalam pertemuan dengan berberapa tokoh anti kolonialisme. Minke semakin jelas memilih jalur perjuangannya melalui penanya dalam jurnalisme.

Minke bertemu dngan seorang gadis cantik Tionghoa bernama mei, yang tak lain adalah mantan tunangan Khoe Ah Su. Merekapun kemudian menikah. Namun lagi-lagi kisah asmara Minke kandas setelah Mei, istrinya, mati muda. Minkepun menjadi duda untuk ke-dua kalinya. Tidak lama berselang Minke dipecat dari Stovia.

Minke mulai fokus mendirikan organisasi kaum pribumi untuk memajukan serta membuka pikiran mereka.
Dia mulai mendekati para petinggi pribumi dan mengajak mendirikan organisasi pribumi. Patih meester Cornelis, Wedana Mangga Besar Thamrin Muhammad Thabrie adalah beberapa orang yang mendukung gagasan Minke. Organisasi Sjarikat Prijaji pun berdiri. Selain itu Minke juga mendirikan koran Medan Prijaji, yang terutama sekali banyak menulis tentang kasus kesewenangan kolonialisme.

Perkembangan gerakan pribumi meluas. Di Nederland ada Indische Studenten Vereeniging. Tomo dari Stovia mendirikan Boedi Oetomo yang berkembang pesat. Namun Minke kurang sejalan dengan organisasi baru ini, karena menurutnya Chauvinis, hanya untuk orang Jawa saja. Sedangkan Minke menginginkan suaru organisasi yang terbuka, mandiri, tidak feodal, serta memiliki kekuatan menekan dan boikot.

Gagasan boikot ini menarik minat seorang wanita bangsawan cantik, Princes van Kasiruta, putri sultan Kasiruta, yang kemudian menjadi ketua redaksi majalah wanita. Princes van Kasiruta kemudian menjadi isteri Minke.

Pendapat Douwager bahwa orang terpelajar terhenti sebagai terpelajar ketika ia menjadi pejabat gubermen karena mental priyayi yang beku, rakus, gila hormat dan korup mempengaruhi Minke. Dari sini dia berusaha membentuk organisasi rakyat bebas. Minke mendirikan Sjarikat Dagang Islam, bukan untuk golongan priyayi tapi pedagang, dan berwatak bangsa bukan hanya Jawa.

Aktivitasnya tersebut bukan tanpa halangan, tekanan dari pihak gubermen melalui tangan-tangannya. Namun Minke pantang menyerah untuk berjuang membebaskan bangsanya, hingga akhirnya Minke ditangkap lalu dibuang. Gerakan Minke-pun tamat.

Sebuah perjalanan jiwa yang digetirkan oleh keadaan namun tetap teguh berjuang bagi kemanusiaan hingga akhir.

Diterbitkan di: 05 Agustus, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.