PANGERAN GANTENG-KU
Summary ratings: 3 stars
(xx voters)
Kunjungan:
14
kata:
600
Diterbitkan di: Maret 24, 2008
Cinta menimbulkan perasaan yang luar biasa…………
Kami telah berteman beberapa waktu. Jika aku kesal, marah, sedih, gembira atau takut, ia selalu dapat merasakan rasa hatiku dan tahu untuk membuat aku merasa lebih baik. Ketika aku butuh tempat menangis pun ia tahu bagaimana membuat aku tersenyum dengan lelucon-leluconnya untuk menghibur ku.
Ia begitu sempurna untuk ku dan aku mencintai dia hanya karena ia temanku, ia sahabatku.
Pesta kelulusan sudah semakin dekat dan ketakutan terbesar setiap siswa siswi adalah pergi kepesta kelulusan tanpa pacar. Aku pun harus mencari, saat itu aku belum menemukan yang pas. Tidak satu pun yang memenuhi rasa hatiku.
Suatu malam ketika aku berbaring, sesuatu menyadarkan aku dan sangat menakutkan. Aku tiba-tiba merasa mencintainya, sahabatku, ia sahabatku. Saat itu aku tidak tahu apa yang sedang aku rasakan, apa yang harus aku katakan, aku tidak tahu bagaimana menjelaskan perasaan hatiku dan sangat mengganggu pikiran aku. Jantungku pun berdebar-debar lebih cepat. Tak pernah terlintas dalam pikiranku selama ini bahwa aku mencintainya dan saat itu aku betul-betul merasa jatuh cinta kepadanya.
Malam itu seakan-akan jiwaku telah menemukan belahan jiwanya. Haruskah aku mengatakan padanya atau melaluinya begitu saja?
Aku pun lalu menuliskan sebuah surat untuknya, surat yang akan tetap ada di hati dan pikiran ku selamanya:
Jo yang baik,
Kita sudah hampir lulus, rasanya tahun berlalu dengan begitu cepat. Sejak saat bertemu aku tahu bahwa kita akan menjadi teman selamanya. Selama ini kau ada untukku melewati saat-saat senang dan susah, dan kau tidak pernah mengecewakan aku. Tetapi, sekarang aku menulis untuk memberitahu sesuatu yang sebelumnya tidak pernah aku bayangkan. Ketika berbaring malam ini aku menyadari sesuatu yang sampai saat ini masih belum jelas. Kau telah begitu lama menjadi sahabatku sehingga aku sangat takut membiarkan diri mencintaimu… tetapi aku memang mencintaimu. Aku tahu karena hanya kaulah yang aku pikirkan. Aku tidak tahu harus mengatakan apalagi, tetapi aku tahu hatiku tidak pernah berbohong. Cintaku selalu dan selamanya.
Sahabatmu,
Casey
Hari berikutnya di sekolah, aku menyelipkan suratku ke dalam lokernya, sambil mengkhawatirkan apa yang akan terjadi. Ketika bel terakhir berbunyi jantungku mulai berdebar. Saat aku mendekati lokerku aku melihat ada secarik kertas di celahnya. Aku pun segera meraih kertas itu. Beberapa kata yang tertulis memenuhi hatiku dengan cinta yang lebih besar dari pada yang aku bayangkan:
Dear Casey,
Aku tidak pernah berpikir bahwa seseorang bisa menuangkan apa yang aku rasakan ke dalam kata-kata. Bagaimana kau tahu betapa besar cintaku padamu?
Cintaku selalu,
Jo
Dengan air mata mengalir, aku berjalan kaki pulang ke Rumah. Untuk pertama kalinya dalam tujuh belas tahun hidupku, aku dibanjiri cinta yang memenuhi hatiku dengan kebahagiaan yang tak terbilang, dan untuk pertama kalinya dalam hidup aku mempunyai Pangeran Ganteng-ku sendiri.