A very yuppy wedding menceritakan tentang seorang bankir muda, Indo Batak-Belanda yang bernama Andreea Siregar.Andrea,
yang bekerja
di salah satu bank terbesar di Indonesia, sebagai account
manager credit, selain mendampingi atasannya mengunjungi debitur,
dinner dengan client, golf, sampai menilai calon kredibilitas calon
debitur, merasa 7 hari dalam seminggu itu tidaklah cukup untuk itu
semua.
Dia mempunyai ambisi menduduki jabatan lebih tinggi sebagai
senior account manager pada usia yang ke-30.Sampai kemudian,
dalam kesibukannya mengejar target, dia bertemu dengan Adjie, rekannya
di Bank, yang mempunya jabatan yang sama
juga ambisi yang sama,
mereka saling tertarik kemudian jatuh cinta, walau mereka mencoba mengingkari
itu,
dan menutupinya dari teman-teman sekantor. Karena, mereka masih
terikat kontrak kerja yang tidak memperbolehkan mereka berpacaran, dan
sanksinya, mereka akan dipecat dan di denda 500 juta.Menutupi
hal itu adalah yang paling sulit, hingga suatu ketika, hubungan mereka
terungkap juga oleh salah satu atasan mereka yang menyarankan salah
satu dari mereka harus mengundurkan diri. Andrea mencoba melupakan
ambisinya, dan menyerahkan prioritas itu kepada Adjie, yang akan segera
menjadi suaminya.Ternyata, semua pengorbanan itu menurut Andrea
tidaklah cukup. Dia harus menghadapi wedding planner yang cerewet,
kesibukan di pekerjaan yang baru, dan calon mertua yang menginginkan
semuanya sempurna. Dalam perjalanan cintanya, selalu ada batu
sandungan. Radit, ex pacar Andrea yang masih mencintainya dan Ajeng,
rekan sekerja Adjie yang juga tertarik dan tergantung kepada Adjie
sayang, baik Adjie dan Andrea tidak mengungkapkan yang sebenarnya
terjadi sehingga terjadi kesalah pahaman yang mengakibatkan hampir
terancamnya kelangsungan rencana pernikahan mereka.Pada
saat-saat terakhir, mereka baru menyadari bahwa yang terbaik adalah
saling terbuka dan memahami. Andrea menyadari bahwa Adjie adalah
belahan jiwanya dan segalanya bagi dia. Cinta adalah rela berkorban
untuk
orang yang dikasihi.Secara pribadi saya menyimpulkan
bahwa novel pertama Ika Natassa ini sebetulnya menarik, keseluruhan
alur ceritanya yang ringan dan segar (yang bisa membuat saya menangis
juga di akhir-akhir cerita) membuat saya ingin segera menyelesaikan
membaca novel ini sampe akhir. Sayangnya, tokoh Andrea kurang
digambarkan menonjol sebagai orang yang sangat cerdas. Dan biasanya,
orang yang dibesarkan oleh 2 budaya, akan lebih terbuka, dan sebagai
orang Bank, dengan jabatan
seperti itu, seharusnya Andrea lebih
terlihat dinamis, Andrea tidak seperti itu. Dia tidak bisa terbuka ke
calon pendamping hidupnya, seterbuka kepada sahabat-sahabatnya.
Terlihat juga dalam penggambaran tokoh Adjie yang saya rasa kurang
greget.. terkesan terlalu monoton, seperti ga ada dinamika
kehidupannya.. apakah setiap orang-orang yang bekerja di Bank seperti
itu?... saya perlu tahu juga suatu hari.
Resensi lain tentang A Very Yuppy Wedding