Untuk terus bertahan hidup, ternyata nyamuk juga bermutasi untuk
menjadi
kebal terhadap insektisida yang dipakai membasmi mereka.
Setidaknya ini berlaku pada nyamuk-nyamuk pembawa virus West Nile
dan sejenis malaria.
Berdasarkan penelitian, diketahui kalau mereka mengalami
mutasi pada
kode genetisnya. Hasil penelitian ini dilaporkan
peneliti di University
or Montpellier II, Perancis, awal tahun 2003. Para peneliti itu
mengungkapkan, perubahan pada gen di atas diyakini menjadi jawaban dari
pertanyaan mengapa serangga-serangga pembawa penyakit itu tidak bisa
dibasmi dengan insektisida.
Mutasi yang terjadi membuat salah satu enzim pokok pada nyamuk menjadi
tidak sensitif atau kebal terhadap obat pembasminya. "Penemuan mutasi
penyebab kebal ini akan membuka jalan bagi strategi baru pembasmian
hama," ujar Mylene Weill, salah satu peneliti, seperti dikutip journal
Nature.
Virus West Nile dapat menyebabkan penyakit dengan gejala seperti flu.
Dalam beberapa kasus, penderita tidak tertolong dan meninggal. Penyakit
ini umum terjadi di Afrika, Eropa selatan, dan Timur Tengah. West Nile
ditemui di AS tahun 1999 dan menyebar ke Kanada serta Pulau Cayman.
Sementara malaria adalah penyakit yang rata-rata menjangkiti 300
juta hingga 500 juta orang tiap tahun. Penyakit ini membunuh sekitar 2,7
juta penderitanya, kebanyakan anak-anak yang tinggal di Afrika.
Weill dan para peneliti lain menemukan mutasi pada 10
jenis nyamuk
pembawa virus West Nile, dan pada beberapa jenis nyamuk di Afrika yang
membawa malaria. Untuk membasmi nyamuk "jenis baru" ini, mereka
menyarankan agar pihak-pihak terkait mengembangkan insektisida jenis
baru.
Resensi lain tentang Nyamuk itu bermutasi