rahimku pernah kau huni….
dalam lorong lorong sunyi….
menggeliat paruh waktu dalam hening…
kala itu
aku berpikir…
seperti apa janin dalam rahimku ini….
telaknatkah ia?
terkutukkah ia?
ternistakah ia?
sungguh saat itu segala akal menjadi mati…..
bermain dalam logika cemoh yang membaur….
waktu mendewasakan aku…..
aku pelajari segala hal…
termasuk membuang jauh jauh…
setan setan yang menghuni duniaku….
dan waktu jugalah memberi tahu aku…
bahwasanya
dari rahimku telah lahir
seorang manusia yang mana didepannya sana
kutaruhkan segala yang kesetiaanku….
seorang manusia yang darahnya
mengalir darahku juga….
seorang manusia yang bisa setiap
ribuan detik akan menjadi kepunyaanku…
anakku telah lahir
kelak kuharap bisa menjadi manusia
yang memanusiakan manusia…..
ijinkan tubuh rentaku berbaring sejenak…..
ijinkan pikiran lelahku bersemedi dalam hening….
hari ini aku berkutat dalam poros kebosanan yang sangat
memabukkan…
sumpah mati aku bukan manusia yang sabar…
telaga dasar dasar egoku bermain kuat disini….
tanpa sapa semua datang melumat habis daya….
aku ternista menjadi sial….
aku juga bukan perempuan pembaca langit
aku juga bukan perempuan penakluk angkuh
aku juga bukan perempuan pemberi maaf
aku juga bukan perempuan penerima sumpah
aku hanya perempuan yang luruh
dalam ketidakpastian semua tentang hidup
mencoba merangsang segala upaya pembenaran yang kucari
bukankah lagi lagi aku akan di hadapkan pada kesemenanjung luka?
atau segera diperosokkan ke dalam lubang lubang nestapa yang sangat
membabi buta mengilhami kematian untuk segera datang mencabik cabik
sedu yang sedan…..