Merupakan seri ketiga dari serial Princess Diaries karya Meg Cabot.
Cerita dimulai pada perayaan thanksgiving yang diikuti
oleh Mia. Pada pagi hari ia mengunjungi rumah orangtua Mr. Gianini—ayah tiri sekaligus guru aljabar Mia di sekolah—yang terletak di Long Island. Mia cukup menyukai orangtua Mr. Gianini tetapi ia sama sekali tidak menyukai Claire—keponakan Mr. Gianini.
Malam harinya, Mia mengikuti perayaan Thanksgiving di Hotel Plaza bersama Pangeran Genovia—ayah Mia dan Sang Janda Pangeran—nenek Mia.
Kehidupan cinta Mia mulai berubah dengan adanya Kenny—pacar Mia. Kenny benar – benar memuja Mia. Namun, Mia justru menghabiskan waktunya dengan memikirkan cara terbaik untuk menghindari berciuman dengan Kenny. Dan kehidupan cintanya semakin mengenaskan saat melihat Michael—kakak Lily—cowok yang ditaksir Mia pergi berskate bersama Judith Greshner—cewek yang bisa mengkloning lalat buah.
Sementara itu acara pidato Natal tahunan sang ayah yang semakin dekat membuat Mia cemas karena pada pidato tersebut Mia akan diumumkan secara resmi di hadapan seluruh rakyat Genovia sebagai pewaris tahta kerajaan Genovia.
Tidak hanya itu, Sebastian—sepupu jauh Mia yang seorang desainer datang ke New York khusus untuk mendesain baju yang akan dikenakan Mia di acara perkenalannya dengan rakyat Genovia. Sebastian tidak begitu lancar berbahasa Inggris. Ia sering memotong sebuah kata dan membuat Mia tertawa setiap kali Sebastian bicara. Namun, sang nenek justru mengagumi bakat Sebastian sebagai seorang desainer dan mencela tindakan Mia yang menertawakan bicara orang lain.
Bagaimana Mia menjalani kehidupannya? Dapatkah ia putus dari Kenny dan merebut cinta Michael dari Judith? Lalu benarkah Sebastiano datang ke New York tidak hanya untuk mendesain pakaian untuknya tetapi untuk membunuh Mia seperti yang Mia pikirkan selama ini?