• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Buku>Novel>Hana's Suitcase

.

Hana's Suitcase

oleh : cutekit    

Pengarang : Karen Levine

Buku ini bercerita tentang pengalaman seorang gadis kecil dan keluarganya di Cekoslovakia

antara th 1930-1940an; juga tentang seorang perempuan muda dan sekelompok anak di Tokyo, Jepang serta seorang lelaki tua di Toronto, Kanada, dimasa sekarang.
     Tahun 1939-1945 terjadi Perang Dunia II. Diktator Nazi, Adolf Hitler, ingin menguasai dunia. Visi utamanya adalah pemusnahan orang-orang Yahudi. Maka ia membangun kamp-kamp konsentrasi di seluruh benua Eropa. Di kamp-kamp inilah Hitler dan para pengikutnya melakukan rencana gilanya, enam juta orang Yahudi dibunuh. Satu setengah juta korbannya adalah anak-anak.
    Setelah PD II berakhir, seluruh dunia mengetahui kekejaman yang berlangsung di kamp konsentrasi. Sejak saat itu banyak orang mencoba untuk memahami tentang hal yang sekarang disebut Holocaust yang diartikan sebagai pembantaian massal atau pemusnahan suatu ras dalam sejarah hidup manusia. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Apakah kita yakin hal itu tidak akan terjadi lagi?
    Di Jepang, sebuah negara yang menjadi sekutu Jerman pada masa PD II, perhatian terhadap Holocaust terhitung baru. Sebuah lembaga di Jepang ingin memberikan kontribusinya pada toleransi dan pemahaman global, merasa bahwa sangat penting bagi generasi muda Jepang untuk mempelajari sejarah Holocaust.    
    Adalah seorang perempuan muda bernama Fumiko Ishioka yang menjadi koordinator museum dan pusat studi kecil bernama Tokyo Holocaust Center, sejak 1998. Ia ingin anak-anak di Jepang dapat lebih memahami tentang pembantaian tersebut lebih dalam. Maka ia menghubungi museum-museum sejenis di seluruh dunia untuk memperolah artefak dari anak-anak korban pembantaian. Tidaklah mudah untuk mendapatkannya. Fumiko akhirnya harus pergi sendiri ke Polandia yang dulu banyak terdapat kamp konsentrasi, dan mengunjungi Museum Auschwitz, sebuah kamp konsentrasi yang paling terkenal. Ia hanya diberi waktu 5 menit untuk menjelaskan maksud kedatangannya. Dan beberapa bulan kemudian Fumiko mendapat paket dari Museum Auschwitz berisi : sepasang kaus kaki dan sepatu anak-anak, baju hangat anak-anak, sebuah kaleng gas beracun Zyklon B, dan sebuah kopor...kopor Hana.
    Hana berambut pirang, bermata biru, dan berwajah bulat cantik. Ia lahir pada tahun 1931 dan menjalani hari-hari yang menggembirakan bersama keluarganya; abangnya George, orangtuanya Pak Karel Brady dan Bu Marketa. Mereka tinggal di sebuah kota bernama Nove Mesto, di propinsi Moravia, Cekoslovakia (sekarang Cheska). Sebuah kota indah yang ramai dikunjungi orang pada musim dingin untuk mengikuti lomba ski antarnegara. 
    Hari-hari Hana yang dipenuhi keceriaan anak-anak bersama abangnya, George, mulai memudar ketika pada tahun 1938 muncul ketakutan dalam keluarganya karena banyak orang membicarakan perang. Adolf Hitler dan pasukan Nazi mengusasai Jerman. Sebelumnya Ia menguasai Austria dan terus menggerakkan pasukannya ke daerah-daerah Cekoslovakia. Mereka mendengar tentang Kristallnacht di Jerman, yaitu tentang perbuatan Nazi yang mengobrak abrik rumah orang Yahudi.
      Begitulah, satu persatu anggota keluarganya direnggut Nazi. Hingga tinggal ia dan George, yang akhirnya juga harus dipisahkan di kamp yang berbeda.
    Fumiko berhasil menguak seluruh perjalanan hidup Hana. Dan dengan bertemu seorang lelaki tua di Toronto, Fumiko menemukan akhir kisah Hana. Namun kisah Hana tidak berhenti disitu, kisah Hana membawa pesan tentang perdamaian dan toleransi yang terus diperjuangkan.
 


Diterbitkan di: Maret 02, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.