Mimpi - mimpi Lintang Maryamah Karpov yang merupakan karya pamungkas Andrea Hirata, bagian terakhir dari tetralogi laskar
pelangi, setelah novel Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, dan Edensor, adalah sebuah buku novel yang disebut sebagai
cultural literary non fiction.
Dimulai dari kisah yang menurut orang Melayu Dalam sebagai cobaan nan tak tertanggungkan yang menimpa "ayah" dan "aku/ikal", yang berlanjut pada kisah situasi "ujian tesis", untuk gelar Master
Economics Science, yang mendebarkan karena merupakan tradisi kolot "ajang pembantaian" yang sangat menakutkan selama ratusan tahun, namun dengan pertolongan Tuhan dilaluinya dengan hasil lulus!!...oh madu! inikah berkah puasa Ramadhan?
Cerita berlanjut pada perjalanan pulang kampung ke pulau Belitung dengan kapal besar Lawit yang tujuannya ke Kalimantan, yang tiketnya harus dibayar berlipat ganda karena dibeli dari calo, dan kemudian sampai disana hanya transit untuk kemudian pindah ke perahu kecil ditengah dahsyatnya deburan ombak dan ganasnya samudra
Kehidupan di kampung halaman dilalui dengan beragam perasaan duka dan suka cita, bermacam peristiwa, mengungkapkan kehidupan dan pergaulan masyarakat di pulau belitong, dari kalangan Hokian yang serius dan punya mental kuat sebagai keturunan perantau, Ho Pho, yang turunan prajurit bayaran dari tiongkok dan gemar bertaruh, kaum Sawang, yang keras kehidupannya sebagai pekerja kasar namun punya selera humor yang hebat, kaum Bersarung, sebagai pelaut tangguh tapi punya jiwa komedi memikat, dan tentu saja suku Melayu Dalam, yang digambarkan sebagai kaum yang suka bermimpi, senang berhayal, pandai membual, dan gemar memberi gelar (yang tidak pantas) sebagai pengganti nama seseorang dengan maksud memperolok.
Sampailah pada peristiwa yang kemudian bisa mengubah kehidupan Ikal yang sebelumnya lemah menjadi amat tangguh! Dimulai sejak ditemukannya beberapa mayat yang hanyut dari suku Ho Pho, membuat Ikal teringat kembali sang pujaan hati sejak kecil, A Ling, yang dicarinya hingga keliling Eropa. Peristiwa ini memacu kembali semangatnya untuk mencarinya ke pulau Batuan, di perairan Karimata, tempat singgah orang-orang yang akan masuk ke Singapura secara illegal. Menumpang perahu layar motor bernama "mimpi-mimpi Lintang" yang dibuatnya sendiri - walaupun sempat dicemooh dan dianggap gila oleh orang2 dari sukunya sendiri, sejak proses pembuatannya hingga berlayar, namun berkat bantuan sahabat-sahabat lama Laskar Pelangi terutama sang jenius Lintang - akhirnya berhasil.
Perjuangan sesungguhnya justru dalam masa pencarian di perairan selat Karimata, bersama kru dengan berbekal tekad, dibantu sahabat karibnya Mahar, bertarung dengan alam menghadapi badai dahsyat musim barat, bernegosiasi dengan serta menghindari pengejaran para perompak atau kaum lanun Selat Malaka yang kehebatannya melebihi Pirates of the Carribean, berkejaran dengan waktu mengunjungi sebelas pulau berbahaya hanya dalam 3 hari.... dipulau terakhir, pulau Kuburan namanya... akhirnya Ikal bertemu seorang gadis yang tergolek lemah diatas dipan tak berdaya, inikah A Ling, sang pujaan hati?... Hati Ikal luluh bergetar seluruh tubuh saat dia berkata lemah.... "Ikal...."
Cerita ini berakhir dengan jawaban sang ayah - yang pendiam, yang bicaranya bisa dihitung jari dalam setahun, yang kata-katanya selalu ditempatkan diatas nampan pualam - ketika disampaikan kepadanya permohonan izin untuk meminang sang pujaan hati, A ling, putri keluarga Ho Pho.