Ketika
Cinta Bertasbih
Ketika Cinta
Bertasbih adalah sebuah karya yang ditulis oleh Habiburrahman El
Shirazy. Bercerita tentang perjuangan seorang
pemuda bernama Khairul
Azzam. Seorang pemuda dari
keluarga yang pas-pasan yang beruntung mendapatkan beasiswa untuk memperdalam
ilmu ke sebuah negeri yang menjadi pusat ilmu yaitu Mesir. Hanya dengan
bermodalkan kecerdasan otak dan kenekatan yang besar, Azzam harus mengalami
gemblengan hidup dalam berbagai hal. Perjuangan untuk terus bertahan dalam
setiap himpitan membuatnya mengubah alur hidup yang semula hanya menuntut ilmu
menjadi seorang yang berjuang untuk menyelamatkan keluarganya dari kesulitan
ekonomi. Peran ganda kemudian dia jalankan untuk mengatasi semuanya yaitu menjadi
seorang mahasiswa Al-Azhar yang sekaligus penjual bakso. Bakso inilah yang
meyelamatkan semuanya, keluarganya dan studinya. Dan
kemudian, bakso inilah juga yang mempertemukan dia dengan jodohnya walaupun
dengan jalan yang berliku.
Dalam novel ini, sosok Khairul Azzam di
pertemukan dengan sosok Furqan. Dia adalah seorang pemuda yang berasal dari
keluarga kaya. Pada saat mendaftarkan, sebenarnya Furqan berada dalam satu
angkatan dengan Azzam. Tetapi karena adanya perbedaan ekonomi yang mencolok,
ketika Furqan sudah merampungkan studi S2-nya, Azzam masih berkutat di kuliah
terakhir S1-nya. Akan tetapi, harta kekayaan inilah juga yang menghancurkan hidup
Furqan. Dia dinyatakan terinfeksi virus HIV oleh pemerintah Mesir ketika
menginap disebuah hotel berbintang lima
untuk mempersiapkan ujian desertasinya. Hal ini ironis dengan Azzam yang harus
berhinmpit-himpitan dengan teman-temannya di sebuah romah kontrakan.
Habiburahman memutar balikkan semua
keadaan yang nampak terlalu indah menjadi sebuah malapetaka yang tidak
terelakkan. Kiamat seolah datang labih awal bagi Furqan yang mengetahui bahwa
dirinya positif terinfeksi dan pada saat bersamaan kabar datang dari calon
tunangannya untuk menyatakan kesediaannnya untuk dilamar. Perang batin yang
kemudian menjadi polemik tersendiri diceritakan oleh Habiburahman dengan alur
yang enak untuk diikuti.
Kesabaran juga menjadi salah satu hal
yang menjadi tema kuat untuk dicermati di dalam novel ini. Azzam dan Furqan
sebenarnya menjadi menginginkan gadis yang sama walaupun akhirnya lamaran
Furqan yang diterima. Akan tetapi setelah terkuak kenyataan bahwa Furqan
mengidap HIV, gadis ini akhirnya menjadi milik Khairul Azzam. Hal ini
menguatkan kita bahwa jodoh memang menjadi misteri Ilahi. Maka dari itu, kita
di contohkan untuk terus berusaha dan bersabar dalam setiap cobaan hidup.
Niscaya, apa yang kita inginkan akan tercapai.