• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Buku>Novel>Resensi Tembang Ilalang

.

Resensi Tembang Ilalang

oleh : EkoBS    

Pengarang : MD. Aminudin
Wajah sastra islami masih akan cerah tampaknya, sebab sebuah novel baru, Tembang Ilalang telah terbit akhir bulan Juni tahun
ini. Novel dengan latar sejarah Indonesia tahun 1930-an sampai 1948 ini mengisahkan perjalanan cinta sepasang suami istri; Asroel, bekas propagandis komunis dan Roekmini, putri seorang kiai desa. Diantara keduanyalah MD. Aminudin menjalinkan kisah tragik mereka. Dengan berbekal sepucuk surat yang mengabarkan bahwa istrinya dibawa lari ke Surabaya, Asroelpun pergi kekota itu. Lewat koran tempatnya bekerja, dalam suasana pedih menemukan istrinya kembali, Asroel terus mempropagandakan bahaya komunisme kepada khalayak. Di kota ini pulalah ia berhadapan dengan agen Komunis Internasional yang bertahun memburunya. Lewat novel pula, kita akan disuguhkan kisah-kisah heroik yang muncul dari tengah kepedihan rakyat bawah selama pendudukan Jepang.
Tentu novel ini telah melewati riset yang serius jika dilihat dari tempat, bahasa dan peristiwa bahkan penggunaan ejaan lama pada beberapa bagiannya, yang berusaha sedekat mungkin memotret suasana sejarah waktu itu. Dan diluar itu memang tak mudah memadukan banyak unsur dalam sebuah novel, seperti yang di akui MD. Aminudin. Tetapi novel ini berhasil menjalin nuansa idiologis, petualangan, potret sosial dan intrik sejarah yang rumit menjadi sebuah cerita yang tak saja menggugah heroisme pembaca lewat cerita-cerita patriotisme namun juga menyentuh perasaan oleh kedewasaan percintaan didalamnya. Ada pesan-pesan moral dalam novel ini yang patut menjadi perenungan kita semua; bahwa masyarakat Islam sejak dulu sudah mengajarkan kasih sayang dan sikap peduli. Tetapi ia juga membenci karakter penghianat, apalagi yang dibalut dalam praktek penindasan terhadap sesama. Dan disanalah sebuah perlawanan menempatkan dirinya.
Akhirnya, seperti ucapan Taufiq Ismail dalam kulit muka novel ini; pembaca (akan) diingatkan pada bagian-bagian getir pengalaman bangsa, kiranya novel ini patut dibaca siapapun yang membutuhkan wisdom dari masa lalu.
Resensi atas Novel Tembang Ilalang karya MD. Aminudin (Penerbit Semesta, Kelompok Penerbit Pro-U Media)
Diterbitkan di: September 10, 2008
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.