"The Sun Also Rises" adalah novel yang ditulis oleh Ernest Hemingway. Berlatar belakang pada pertengahan tahun 1920an, novel ini menceritakan expatriat Amerika
dan Inggris yang menetap
di Paris, tempat yang digambarkan Hemingway sebagai negeri tak bermoral
untuk mabuk dan menjalin hubungan intim.Cerita ini dinaratori oleh Jake Barnes, seorang wartawan Amerika yang menderita lemah syahwat akibat kecelakaan yang dideritanya saat Perang Dunia I. Jake jatuh hati pada Lady Brett Ashley, seorang ratu hura-hura. Brett membalas cinta Jake sampai akhirnya mengetahui kelemahannya, ia pun menikahi Mike Campbell. Jake menilai sesuatu berdasarkan emosi, berbeda
dengan temannya Robert Cohn yang mengasihani.Atas ajakan Brett, Robert bergabung dengan Brett, Mike, dan Jake dalam perjalanan ke Spanyol untuk menyaksikan karnaval dan
adu banteng di Pamplona. Saat menyaksikan arena adu banteng, Jake menyadari makna dan harapan dari permainan tersebut, dimana manusia melawan binatang buas, adalah tentang hidup dan mati.
Dia sangat mengaggumi matador Pedro Romero yang masih muda namun memiliki keterampilan dan keberanian. Karnaval berubah menjadi keriuhan. Marah karena Brett merayu sang matador, Cohn memukul Romero dan Jake, dan suasana pun menjadi kacau.Brett melarikan diri dengan Romero. Untuk memulihkan keadaan dirinya, Jake tinggal di sebuah resor tepi pantai. Ketenangan Jake terusik dengan munculnya telegram dari Brett yang memohon Jake agar datang ke Madrid untuk menolongnya. Dia mengatakan
bahwa dia telah memutuskan untuk meninggalkan Romero karena tidak ingin menghancurkan pemuda itu. Jake dan Brett berkeliling kota dengan taksi, muak dengan kenyataan yang tiada asa. Brett memiliki ide untuk ''bersenang-senang'' tetapi Jake menanggapi bahwa gagasan tersebut harus dipikirkan kembali, menunjukan bahwa harapan yang akan kembali terabaikan.
Resensi lain tentang The Sun Also Rises