Halaman Utama Shvoong > Buku > Novel > Lumpur Similiar

.

Lumpur Similiar

Pengarang : Alfian Malik
Review by : jalaindra
Kunjungan : 18  kata: 600   Diterbitkan di: Maret 18, 2008
Judul Buku : Lumpur Similiar - Misteri Perangkap Cinta
Pengarang : Alfian Malik
Penerbit : Akoer
Tahun : I, Desember 2007
Alfian Malik, lewat novelnya “Lumpur Similiar –
Misteri Perangkap Cinta” berusaha memadukan kisah cinta dalam balutan
dunia supranatural bahkan mistis. Adalah Tegar Patih, putra seorang
pembantu Presiden, pemegang gelar Doktor Antropologi Universitas
Leiden, tengah dalam persiapan untuk mengikuti lomba reli
Sabang-Merauke (Sabang-Merauke International Event Rally-SMILER) dengan
menyusuri rute Riau-Sumatera Barat untuk melakukan penjajakan awal.
Karena jalan penghubung antara Riau-Sumatera Barat terputus akibat
gempa, maka ia terpaksa menempuh jalan tembus melewati pedalaman hutan
yang sangat rawan. Tidak disangka, seorang perempuan rivalnya sesama
pereli mengikuti jalannya. Perempuan tersebut bernama Khariza, seorang
lulusan perguruan tinggi ternama di Inggris dan istri dari seorang
perwira tinggi kerabat kesultanan Brunei. Berdua mereka melakukan
perlombaan sebelum lomba yang resmi benar-benar dimulai, sampai
akhirnya keduanya tersesat di sebuah desa pedalaman yang diberi nama
Lumpur Similiar.
Dari ketersesatan itulah
keduanya mulai saling akrab. Sampai akhirnya mereka memutuskan untuk
bermalam di sebuah pondok yang sepertinya tidak berpenghuni. Mereka
pada mulanya tidak menyadari keberadaan Datuk Tinggi, sang pemilik
pondok yang ternyata adalah penguasa negeri Lumpur Similar, sampai
akhirnya lelaki itu menampakkan diri dan memperingatkan kepada keduanya
atas dosa yang telah mereka lakukan di negeri terpencil itu.
Bagi penduduk Desa Lumpur Similiar, adalah tabu dan
perilaku dosa seorang lelaki dan wanita yang bukan suami istri berduaan
di tengah malam di dalam pondok orang lain. Perbuatan itu bisa
mendatangkan kesialan dan bencana yang besar bagi negeri Lumpur
Similar. Atas dosa yang telah mereka lakukan tersebut, mereka harus
membersihkan diri dengan menjalani serangkaian ritual adat selama
beberapa purnama yang berujung pada pernikahan keduanya secara adat.
Setelah itu baru keduanya diperbolehkan untuk meninggalkan negeri itu.
Maka dimulailah rangkaian ritual pernikahan adat tersebut yang beraroma
magis dan mistis. Sementara waktu, Khariza dan Tegar Patih harus
berpisah untuk menjalani ritualnya masing-masing dan tidak
diperkenankan untuk bersama-sama. Pun ketika seluruh ritual pernikahan
tersebut selesai, keduanya tidak diperbolehkan tinggal serumah sebelum
membangun rumah sendiri yang kelak akan diwariskan kepada anak-anak
mereka. Dari keterpisahan itulah timbul benih-benih cinta dan rasa
rindu yang semakin kuat. Keduanya merasakan perasaan yang sama.
Ketersesatan telah menjadi sebuah anugerah yang mempertemukan keduanya
di sebuah negeri damai yang belum terjamah peradaban moderen. Namun,
tepat di saat Tegar Patih telah menyelesaikan sebuah rumah dari hasil
kerja kerasnya sendiri di negeri terpencil itu dan hendak menempati
rumah barunya bersama Khariza, di saat itulah sepasukan TNI menemukan
dan membawa mereka kembali ke peradaban mereka semula, sebelum mereka
sempat menikmati malam pertama yang dinantikan. Penantian panjang akan
malam pertama yang tertunda itulah yang menjadi titik awal dan titik
akhir novel ini.

Resensi lain tentang Lumpur Similiar
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Jumlah komentar dalam abstrak ini: 1

Komentar

Showing 1 out of 1   Tambahkan komentar Anda
  1. konfirmasi

    evi riani

    08 April 2008

    salam, mas.., kayaknya novel itu belum ada di pasaran tuh. atau hanya dijual online?

Ringkasan lain oleh jalaindra

More

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------