Halaman Utama Shvoong > Buku > Novel > Stardust - Serbuk Bintang

.

Stardust - Serbuk Bintang

Summary rating: 4 stars 7 Tinjauan
Pengarang : Neil Gaiman
Review by : FreeWilly
Kunjungan: 207
kata: 900
Diterbitkan di: Januari 05, 2008
Di sampul belakang buku ini tertulis kata dewasa dua kali. Satu di atas
sinopsis (Ini dongeng untuk orang dewasa) dan di atas nomor ISBN di
pojok kanan bawah (NOVEL DEWASA). Kata dewasa membuat orang penasaran.
Memangnya sedewasa apa sih Stardust itu? Dan seperti apa yang dinamakan
dongeng untuk orang dewasa?Dongeng bergenre petualangan
romantis ini mengikuti pakem dongeng anak-anak pada umumnya. Tokoh
utama adalah orang atau makhluk terhormat meski penampilannya kumal dan
miskin papa. Ia berjuang meraih cinta sejatinya dengan penuh
pengorbanan. Lokasinya terjadi di negeri antah-berantah meski awalnya
disebutkan dekat London. Bertaburan banyak makhluk yang memiliki
kekuatan sihir, seperti pohon yang bisa bicara dan berpindah tempat,
kuda bertanduk dan tentu saja nenek sihir dan peri – mereka adalah dua
tokoh yang jarang absen dalam dunia dongeng. Kapal yang berlayar di
angkasa juga ada. Dibumbui dengan perebutan kekuasaan pula.Bedanya,
Stardust menghadirkan kelicikan dan kekejaman dalam kadar yang lumayan
tinggi. Percobaan pembunuhan baik yang berhasil maupun yang gagal
diumbar dengan ringan. Namun yang menandai kedewasaan dongeng ini
adalah adanya adegan bercinta. Meski hanya ada dua dan digambarkan
dengan relatif halus, tetap saja tidak pantas untuk dikonsumsi mata
anak-anak di bawah umur.Tokoh utama dalam Stardust adalah
Tristran Thorn. Namun bab pertama dongeng ini mengisahkan Dunstan, ayah
Tristran. Dunstan adalah salah seorang penghuni Desa Tembok. Desa yang
berjarak semalam perjalanan dengan mobil dari kota London ini
berbatasan dengan negeri peri. Batas itu ditandai dengan tembok tinggi
dari batu kelabu. Untuk menyeberang menuju negeri peri, orang harus
melewati satu-satunya celah yang lebarnya hampir dua meter dan dijaga
dua orang lelaki dewasa bersenjatakan pentung. Tak seorang pun boleh
memasuki negeri peri kecuali saat perayaan musim semi yang diadakan
setiap sembilan tahun sekali di padang rumput seberang tembok. Saat itu
diadakan pekan raya di mana semua makhluk bercampur-baur dalam
kemeriahan bazaar barang-barang ajaib. Saat Dunstan berusia
delapan belas tahun, ia mendapat giliran menjaga celah untuk pertama
kalinya. Ia seorang pemuda biasa yang tidak neko-neko. Ia sudah punya
pacar bernama Daisy Hempstock yang sudah enam bulan dipacarinya dan
hubungan keduanya hampir melangkah ke jenjang perkawinan. Tapi pekan
raya kali ini merubah hidupnya untuk selamanya. Dimulai dengan hadiah
mantra dari penyewa pondoknya bahwa ia, anak sulungnya dan cucu
sulungnya akan memperoleh dambaan hati selama sang penyewa masih hidup.
Kemudian keinginannya membeli bunga kaca sebagai hadiah istimewa untuk
Daisy berujung pada terpeletnya dirinya pada gadis sang penjaga kios.
Dunstan dan gadis yang bukan manusia itu bercinta lalu berpisah.
Sembilan bulan kemudian di saat ia sudah menikahi Daisy, datang kiriman
seorang bayi lelaki dari balik tembok lengkap dengan secarik kertas
bertulis Tristran Thorn.Tristran tumbuh menjadi pemuda canggung
yang cerdas dan senang berkhayal. Tak seperti muda-mudi Desa Tembok
lainnya, pemuda ceking berjerawat itu ingin sekali bertualang ke dunia
luar. Keinginannya terwujud setelah ia mengucapkan sumpah bodoh pada
Victoria Forester, teman adiknya. Untuk menghentikan rayuan gombal
Tristran, gadis tercantik di Desa Tembok itu menyanggupi akan
memberinya apa saja asal berhasil membawa pulang bintang jatuh yang
terjatuh di balik tembok kelabu.Karena belum diberitahu siapa
ibu kandungnya, Tristran tidak mengerti mengapa ayahnya begitu
mendukung niatnya bahkan membantunya menyeberang ke negeri peri. Tapi
berhubung sedang mabuk cinta, ia tidak peduli dengan keanehan itu
karena yang ada di kepalanya hanyalah mencari bintang jatuh demi cinta
Victoria. Maka dalam usia tujuh belas tahun, ia memulai petualangannya
di negeri peri. Dalam perjalanan, Tristran bertemu makhluk
cebol berbulu bertopi lebar yang pernah ditolong ayahnya. Makhluk aneh
itu membalas budi Dunstan dengan menolong dan membekali Tristran
beberapa nasehat dan barang ajaib untuk menemukan sang bintang jatuh
sebelum mereka berpisah. Tristran terus mencari barang buruannya
sendirian hingga berhasil. Ia terkejut saat menemukan sang bintang
jatuh ternyata seorang gadis mungil yang galak. Gadis itu sedih dan
marah karena terjatuh dari langit hingga kakinya patah. Meski iba,
Tristran tetap teguh pada pendiriannya untuk membawa sang bintang jatuh
pulang ke Desa Tembok, ke hadapan Victoria. Tak heran bila bintang
jatuh yang bernama Yvaine itu sangat membencinya hingga terus
mencacinya dengan kasar.Tanpa setahu Tristran dan Yvaine, ada
banyak pihak yang memburu Yvaine. Pihak pertama adalah tiga pangeran
kejam dan licik dari Stormhold, negeri peri. Karena tidak bisa memilih
siapa penerus tahtanya, ayah mereka sang penguasa Stormhold sengaja
melempar batu itu jauh-jauh dan tanpa sengaja menimpuk Yvaine hingga
jatuh. Siapa yang bisa mendapat batu itu yang menjadi penguasa
Stormhold kedelapan puluh dua, begitu titah sang ayah sebelum mangkat.
Pihak kedua adalah ratu penyihir yang sepuluh kali lipat lebih kejam
dan lebih licik dari tiga pangeran itu. Ia bertekat mendapat jantung
sang bintang jatuh untuk bisa mendapatkan kemudaan bagi dirinya dan dua
adiknya. Di samping itu masih ada penyihir pemilik kios penjual bunga
kaca yang egois.Neil Gaiman berhasil membuat dongeng yang
begitu memikat dan diterjemahkan dengan bahasa yang baik dan lancar
oleh dua pengalih bahasanya. Bila dibandingkan dengan trilogi The Lord
of The Rings yang megah, Stardust tampak sederhana. Tidak ada
peperangan kolosal dan duel maut. Makhluk-makhluk dunia sihir yang
muncul pun kalah banyak dari saptalogi Narnia. Tapi alur cerita dongeng
ini padat dan tidak bertele-tele. Tidak ada halaman yang terbuang
sia-sia untuk adegan yang tidak berarti. Jatuh-bangun Tristran
dalam melindungi Yvaine yang tidak sudi menurut padanya begitu saja,
adu siasat saling bunuh masing-masing tiga pangeran Stormhold supaya
bisa mengangkangi batu ratna cempaka sendirian, manipulasi tanpa belas
kasihan ratu penyihir dan keputusan yang akan diambil Tristran si bebal
yang baik hati dalam menyangkut dambaan hatinya mampu membuat kita
buru-buru ingin menyelesaikan novel ini.Stardust tak hanya
membuat kita bernostalgia ke masa kecil di saat dongeng-dongeng dari
Hans Christian Andersen dan Grimm bersaudara menemani kita hingga
tertidur, tapi juga membuat kita berpikir ulang tentang
karakter-karakter dongeng yang selama ini kita kenal. Peri yang
biasanya digambarkan dengan imut dan anggun ternyata sama busuknya
dengan manusia. Apalagi nenek sihir dalam Stardust sangat mengerikan.
Jauh lebih licik dan keji dari nenek sihir dalam dongeng Snow White.
Yang paling imajinatif adalah penggambaran arwah para peri yang
gentayangan.
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------

Recent Shvoongers

  • amibroker
  • AsepSuryana
  • herro
  • jurnalis
  • DenKun
  • Kharis
  • nilna
  • AryaGuna
  • airakheisa
  • Rakyat
  • kusuma
  • tomaz
  • insansains
  • deleon
  • PermataPratiwi
  • KireinaLie

.