Konon Khu
Lung menciptakan tokoh
Pendekar Empat
Alis (1976) karena begitu terpesona oleh
film James Bond. Maka tak heran bila ada banyak kesamaan antara kedua
tokoh tersebut. Keduanya cerdik, jago minum
dan jago berkelahi. Keduanya juga
berwajah tampan, bertubuh gagah dan playboy kelas kakap. Bedanya, James Bond
adalah agen rahasia yang dipersenjatai alat-alat canggih sedangkan Pendekar
Empat Alis meski tidak pernah terang-terangan menyebut dirinya detektif, sering
dimintai bantuan untuk memecahkan kasus-kasus aneh. Pendekar Empat Alis tidak
pernah membawa senjata karena senjatanya adalah jari-jarinya yang ajaib. Tidak
ada yang mampu mengalahkan ilmu jepitan jarinya. Ginkang-nya pun kelas satu.
Namun bisa juga dibilang kalau Pendekar Empat Alis adalah penyempurnaan tokoh
Pendekar Harum (1968) yang juga diciptakan Khu Lung. Kedua pendekar ini
sama-sama suka mencampuri urusan orang lain, berhidung belang, senang berjudi,
hobi minum arak dan makan enak, berpakaian rapi, jago
Ginkang dan sama-sama
benci membunuh. Hanya saja, Pendekar Empat Alis kadang terpaksa membunuh
sedangkan Pendekar Harum tidak pernah mau membunuh sejahat apa pun musuhnya.
Nama asli Pendekar Empat Alis adalah Liok Siau-hong. Ia mendapat julukan aneh
seperti itu karena bentuk kumisnya seperti alis. Ia orang yang humoris, easy
going dan tidak sombong sehingga mempunyai banyak teman. Temannya dari berbagai
kalangan, dari maling hingga tetua perguruan
silat ternama. Beberapa teman yang
muncul dalam petualangannya yang pertama adalah:
- Hoa Ban-lau: si buta berhati lembut yang memiliki indera penciuman dan
pendengaran yang luar biasa tajam ini adalah karib sejati Siau-hong. Saking
akrabnya, Siau-hong mengajarkan ilmu jepitan jarinya pada Ban-lau;
- Cu Ting: meski bukan saudagar, kawan Siau-hong sejak kecil ini sering
dipanggil Cu-Lopan karena tubuhnya gendut seperti juragan kaya. Ia sangat malas
bergerak dan tidak ada seorang pun yang bisa memaksanya bergerak termasuk
istrinya sendiri. Tapi kalau sudah bergerak, ia bisa mencipta alat-alat ajaib.
Boleh dibilang kejeniusannya tak kalah dari Leonardo DaVinci. Hubungannya
dengan Siau-hong sedang mendingin, keduanya saling mendiamkan, tapi mau saling
menolong bila dimintai bantuan.
- Lopannio: istri Cu Ting. Tidak dijelaskan nama aslinya. Yang jelas perempuan
cantik ini sangat kesal pada suaminya yang kurang memperhatikan dirinya. Maka
ia berusaha membuat suaminya cemburu dengan menemani Liok Siau-hong minum arak
berduaan dalam kamar sebuah penginapan.
- Ho Siu: kakek teman minum arak Siau-hong. Walau hidupnya sederhana, tapi ia
adalah orang terkaya dalam dunia persilatan. Hobinya mengoleksi barang-barang
antik dan menikmati hidup.
- Sun-loya: informan Siau-hong. Pengangguran yang kerjanya mabuk-mabukan dan
main perempuan ini adalah satu-satunya orang yang dapat berhubungan dengan
Tay-thong dan Tay-ti (dua orang aneh yang bersembunyi di dalam gua gelap dan
mengetahui rahasia apa saja).
- Sukong Ti-sing: pencuri profesional yang senang bertaruh dengan Liok
Siau-hong. Cara kerjanya seperti pembunuh bayaran hanya saja ia mencuri bukan
membunuh. Bayarannya sangat mahal. Ginkang-nya tidak kalah dari Siau-hong.
- Sebun Jui-soat: jago pedang yang sombong sampai nyaris tak punya teman. Jurus
pedangnya hanya digunakan untuk membunuh. Bagi yang sudah membaca serial
Pendekar Harum, karakter Jui-soat pasti mengingatkan pembaca pada It-tiam-ang,
jago pedang yang juga teman Pendekar Harum. Keduanya sama-sama dijuluki si
pedang kilat yang senang membolongi tenggorokan musuh. Tapi Jui-soat lebih
tampan dan flamboyan dari It-tiam-ang. Pakaiannya selalu berpakaian putih-putih
dan ia selalu meniup sisa darah musuh di pedangnya.
Dalam petualangan pertamanya, Siau-hong harus berurusan dengan
Tay-kim-peng-ong, pewaris kerajaan negeri Kim (emas) yang tinggal dalam
pengasingan di daratan Tionggan. Dengan cara memaksa, Tay-kim-peng-ong meminta
bantuan Siau-hong untuk merebut kembali harta kerajaan yang dibawa kabur. Yang
membawa kabur bukan orang sembarangan melainkan tiga sesepuh penting kerajaan
Kim yang kini sudah berganti nama dan menjadi tokoh kosen dunia persilatan. Bahkan
salah satu di antaranya adalah teman Siau-hong sendiri.
Pengembalian harta kerajaan Kim tidak mudah dilakukan karena ketiga tokoh kosen
itu diperkirakan tidak akan mau menyerahkan harta di tangan mereka begitu saja.
Belum lagi adanya keterlibatan Jing-ih-lau (loteng baju hijau), organisasi
sejenis mafia. Organisasi rahasia ini terdiri dari seratus delapan lau (loteng)
dan tiap lau terdiri dari seratus delapan anggota. Pemimpin Jing-ih-lau sangat
misterius, tidak ada yang tahu siapa identitasnya dan di mana markas utamanya. Dicurigai
salah satu dari ketiga sesepuh kerajaan Kim adalah pemimpin tertinggi
Jing-ih-lau.
Untuk membantu menjalankan tugas sulit dan berbahaya ini, Pendekar Empat Alis
meminta bantuan teman-temannya. Yang pertama tentu saja Hoa Ban-lau, kemudian
Sebun Jui-soat yang mengajukan syarat aneh dan Cu Ting yang masih puasa bicara
dengan Siau-hong.
Kisah petualangan pertama Pendekar Empat Alis ini dibuka dengan perkenalan
beberapa tokoh yang berhubungan dengan Liok Siau-hong meski ternyata tidak
semuanya muncul. Karakter tokoh-tokohnya baik dari kalangan putih maupun hitam,
menarik dan beberapa di antaranya benar-benar nyentrik, bahkan ada yang
memiliki wujud ajaib. Namun tokoh yang paling memikat adalah Siangkoan Soat-ji.
Gadis cilik ini ternyata mampu membuat Siau-hong yang banyak akal menjadi mati
kutu.
Ending
cerita ini sedikit antiklimaks. Adanya keberuntungan besar di pihak
Siau-hong mungkin membuat pembaca sedikit kecewa. Tapi jangan buru-buru menuduh
Khu Lung kumat menggampangkan penyelesaian karena siapa yang membantu Siau-hong
akan dijelaskan dalam sekuelnya, Pendekar Empat Alis: Si Bandit Ahli Bordir.
Bagi penikmat cersil apalagi Khu Lung mania, serial Pendekar Empat Alis bukan
hanya harus dibaca, tapi harus dikoleksi! Selain karena ceritanya bagus, cover
bukunya pun cantik. Memang, ada sedikit kelemahan. Seperti munculnya kosa kata
yang jarang digunakan. Kata-kata baku yang diserap dari bahasa Jawa itu sedikit
banyak membuat bingung pembaca yang tidak mengerti bahasa Jawa. Jadi ada
baiknya pembaca membuka-buka kamus bahasa Indonesia bila tidak mengerti apa
arti kata aseran, ewa, gegetun, melenggong, dsb. Di samping itu ada juga
beberapa kesalahan tertukarnya beberapa nama tokoh. Hal ini mungkin disebabkan
karena editor kurang teliti. Namun demikian sebagai penyadur, Gan KL sudah
cukup berhasil menerjemahkan bahasa Khu Lung yang witty.
Resensi lain tentang Pendekar 4 Alis #1 : Kaisar Rajawali Emas